ANALIS MARKET (18/5/2022) : IHSG Diperkirakan Bergerak Positif

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, IHSG di perdagangkan di zona hijau pada pembukaan awal pekan ini dan ditutup menguat di level 6644,47 (+0,70%). Meskipun sentiment global yang negative namun pendorong IHSG kali ini dating dari dalam negeri dimana rilisnya data neraca dagang Indonesia jauh diatas ekspektasi pasar tertinggi sepanjang sejarah diikuiti harga coal yang masih solid membuat saham coal juga ikut naik ditengah shanghai yang sudah melonggarkan kebijakan lockdown. Penguatan bursa didorong oleh beberapa sektor seperti energy (+3,34%), sektor basic material (+1,13%) dan sektor consumer cyclical (+1,09%). Investor asing membukukan net buy sebesar Rp 77,68 milliar, dengan saham-saham yang paling banyak dibeli adalah: BBRI, KLBF, ADMR.

Secara teknikal, IHSG memiliki peluang untuk dapat rebound setelah membentuk candle putih namun masih tertahan di MA 5 yang masih akan diuji. Beberapa saham yang memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini yaitu: AVIA, WIFI, BOBA, ALDO, APIC, BCIC, BULL, IRRA, TKIM, TINS.

Dari bursa AS pada pagi hari ini, ditutup dengan ceria. Penguatan bursa AS didorong oleh rilis data retail sales yang sesuai konsensus pasar hal ini mengurangi kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi, saham teknologi seperti Apple dan Tesla berhasil di perdagangkan di zona hijau.

MARKET OUTLOOK

Dari bursa Asia, pada perdagangan Rabu (18/5) pagi ini, sudah diperdagangkan di zona hijau, saat laporan ini ditulis indeks Nikkei menguat 1.31%, dan indeks Kospi menguat 0.85%. Meskipun sentiment negative datang dari Jepang dimana adanya rilis data GDP Q1 -0.2% QoQ namun hal ini lebih tinggi dari consensus pasar sebesar -0.4% para investor juga masih menunggu industrial production di Jepang untuk bulan maret dengan consensus pasar sebesar 0.3% MoM.

Dari dalam negeri, IHSG pada hari ini diperkirakan akan bergerak positif mengikuti pergerakan yang terjadi pada bursa regioanl. Para investor juga masih akan merespon rilis data neraca dagang Indonesia yang mengalami surplus tertinggi sepanjang sejarah, sementara dari komoditas harga nikel mengalami penurunan dan harga batu bara masih solid dan minyak kembali mengali kenaikan.

“IHSG akan bergerak di rentang 6610 – 6730 pada perdagangan hari ini,” sebut analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Rabu (18/5/2022).