ANALIS MARKET (12/5/2022) : IHSG Diproyeksi Bergerak Melemah dengan Kisaran 6.700 - 6.900

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian NH Korindo Sekuritas menyebutkan, inflasi April AS 8,3% YoY (Vs. Cons. 8,1% YoY) masih tinggi, namun lebih rendah dari bulan Maret yang mencapai 8,5% YoY.

Data inflasi ini tidak berhasil meredam kekhawatiran investor atas wacana kenaikan FFR 50 bps Juni mendatang.

Kemarin (11/5), semua bursa saham Wall Street ditutup melemah, indeks Nasdaq turun 3,18%.

Laju inflasi yang moderat membuat investor menilai inflasi AS telah mencapai puncaknya pada Maret 2022 lalu. Hal ini terlihat dari inflasi AS April secara bulanan 0,3% MoM, atau jauh dibawah periode Maret 1,2% MoM.

Di sisi lain, IHSG sempat menyentuh level tinggi 6.900, sebelum akhirnya ditutup melemah tipis 3,5 poin ke level 6.816.

Selain tingkat konsumsi yang mulai meningkat, investor kembali minati saham-saham consumer non-cyclical, yang relatif resilince pada tingkat inflasi tinggi. Kemarin (11/5), sektor consumer non-cyclical menguat lebih dari 3%, melampaui basic material dan consumer cyclical yang masing-masing naik sekitar 1,3%.

Di sisi lain, nilai tukar Rupiah masih terdepresiasi ke level IDR 14.558/USD, seiring masih tertekannya pasar SBN Indonesia.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG diproyeksi bergerak downward dengan kisaran 6.700 - 6.900,” sebut NHKSI Research dalam riset yang dirilis Kamis (12/5/2022).