Wall Street “Mixed”, Bursa Eropa Menguat

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street berakhir mixed pada Selasa (10/5/2022) dengan indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, berakhir di teritori negatif.

Seperti diwartakan Reuters, indeks Dow Jones turun 84,96 poin, atau sekitar 0,26 persen, menjadi 32.160,74. Indeks S&P 50 meningkat 9,81 poin, atau sekitar 0,25 persen, menjadi 4.001,05. Indeks komposit Nasdaq menguat 114,42 poin, atau sekitar 0,98 persen, menjadi 11.737,67.

Indeks Dow Jones turun seiring melemahnya saham perbankan dipicu merosotnya imbal hasil obligasi AS. Merosotnya imbal hasil obligasi AS sebaliknya membuat saham sektor teknologi menguat sehingga indeks S&P 500 dan komposit Nasdaq berakhir di teritori positif.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik jelang dirilisnya data inflasi AS. Harga emas untuk pengiriman Juni 2022 naik 0,1 persen menjadi US$1.861,10 per ons.

Peningkatan harga emas terbatasi menguatnya nilai tukar dolar AS. Indeks dolar AS meningkat 0,2 persen menjadi 103,90.

Bursa saham Eropa menguat pada Selasa, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 0,7 persen, dipicu aksi beli para investor terhadap saham-saham yang sebelumnya mengalami penurunan harga yang tajam.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 26,64 poin, atau sekitar 0,37 persen, menjadi 7.243,22. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melonjak 154,07 poin, atau sekitar 1,15 persen, menjadi 13.534,74.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, tanpa perubahan dari sesi sebelumnya di angka 8.139,20. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, meningkat 30,89 poin, atau sekitar 0,51 persen, menjadi 6.116,91.

Nilai tukar poundsterling melemah 0,2 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,2305 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1682 euro per pound.