Wall Street Melemah Dipicu Merosotnya Saham Teknologi

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street melemah pada Senin (9/5/2022) dipicu merosotnya saham sektor teknologi di Bursa Efek New York, Amerika Serikat.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average merosot 653,67 poin, atau sekitar 1,99 persen, menjadi 32.245,70. Indeks S&P 500 anjlok 132,10 poin, atau sekitar 3,20 persen, menjadi 3.991,24. Indeks komposit Nasdaq terjun 521,41 poin, atau sekitar 4,29 persen, menjadi 11.623,25.

Indeks S&P 500 untuk pertama kalinya ditutup di bawah angka 4.000 sejak 31 Maret 2021. Indeks komposit Nasdaq sempat mencapai level terendah sejak November 2020.

Saham teknologi merosot setelah imbal hasil obligasi AS sempat mencapai level tertinggi dalam 3,5 tahun terakhir.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring menguatnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Juni 2022 turun 0,4 persen menjadi US$1.874,80 per ons. Indeks dolar AS naik 0,08 persen menjadi 103,775.

Bursa saham Eropa melemah pada Senin, dengan indeks STOXX 600 Eropa terjun 2,9 persen, seiring anjloknya saham teknologi.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 171,36 poin, atau sekitar 2,32 persen, menjadi 7.216,58. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melemah 293,62 poin, atau sekitar 2,15 persen, menjadi 13.380,67.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, merosot 182,80 poin, atau sekitar 2,20 persen, menjadi 8.139,20. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, anjlok 172,34 poin, atau sekitar 2,75 persen, menjadi 6.086,02.

Nilai tukar poundsterling menguat 0,6 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,2400 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound menguat 0,25 persen menjadi 1,1730 euro per pound.