Krisis Minyak Goreng, Menperin Kirim Surat Peringatan Kepada 24 Perusahaan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan surat peringatan kepada 24 perusahaan produsen minyak goreng yang belum menyalurkan minyak goreng curah bersubsidi selama 16-31 Maret 2022.

“Bagi 24 perusahaan yang telah menerima surat peringatan tersebut, Kemenperin mengharapkan, agar segera mempercepat penyaluran minyak goreng curah bersubsidi sesuai penugasan yang telah diberikan melalui nomor registrasi masing-masing perusahaan,” kata dia di Jakarta, Selasa (12/4/2022).

Surat peringatan tersebut, dilayangkan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) guna mendorong para pelaku industri Minyak Goreng Sawit (MGS), meningkatkan pasokan minyak goreng curah bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, usaha mikro, dan usaha kecil.

Menurut Agus, peningkatan kecepatan distribusi minyak goreng curah bersubsidi harus segera dilakukan.

Pasalnya, permintaannya diproyeksikan akan semakin meningkat, khususnya menjelang Lebaran.

“Kebutuhan minyak goreng curah secara nasional mencapai 77.850 ton pada periode 10 hari pertama di bulan April ini,” ujarnya.

Agus pun menegaskan, Permenperin Nomor 8 Tahun 2022 telah mengatur sanksi bagi pelaku usaha produsen minyak goreng sawit yang tidak menindaklanjuti peringatan, berupa teguran tertulis, denda, hingga pembekuan izin berusaha.  

"Demikian juga bagi perusahaan produsen, distributor dan pengecer akan diberikan sanksi apabila melanggar ketentuan, yaitu menyalurkan minyak goreng curah bersubsidi untuk repacker menjadi kemasan sederhana atau kemasan bermerek, industri menengah dan besar, serta untuk diekspor," tuturnya.

Berdasarkan data dari Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (Simirah) yang dikelola oleh Kemenperin, ada progres distribusi minyak goreng curah bersubsidi, termasuk wilayah timur Indonesia.

Tercatat hingga tanggal 11 April, rata-rata penyaluran minyak goreng curah bersubsidi secara nasional mencapai 6.060 ton per hari, atau naik dibandingkan Maret yang rata-ratanya hanya 4.050 ton per hari.

"Kami memberikan apresiasi sebesar-besarnya terhadap para pelaku perusahaan industri MGS yang terlibat," pungkasnya.