PGE Topang Target Pertamina Hasilkan 17 Persen Energi Hijau

Foto : Dok. PGE

Pasardana.id - PT Pertamina Geothermal Energi atau PGE merupakan salah satu ujung tombak Pertamina dalam program transisi energi.

Bersama PT Pertamina Power Indonesia, PGE tergabung dalam subholding Pertamina Power & New Renewable Energy (PNRE) yang menjadi anak usaha Pertamina menggenjot pemanfaatan energi baru terbarukan.

Pada 2030, Pertamina menargetkan 17 persen energi hijau dalam portofolionya.

Tiga wilayah kerja panas bumi (WKP) yang menjadi andalan PGE, yakni wilayah kerja Kamojang yang memiliki kapasitas terpasang sebesar 235 MW, wilayah kerja Ulubelu di Lampung dengan kapasitas terpasang 220 MW, dan wilayah kerja Lahendong, Sulawesi Utara dengan kapasitas terpasang 120 MW.

Direktur Keuangan PGE, Nelwin Aldriansyah mengatakan, target itu juga harus diikuti dengan  penggunaan energi baru terbarukan bisa mempercepat proses transisi energi di Indonesia.

Menurut Nelwin, dalam proses transisi energi ini, kaum milenial bisa memulainya dengan menggunakan energi secara bijak.

Kaum muda bisa memberikan kontribusinya dengan mengurangi penggunaan energi berbasis fosil dan menggantikannya dengan sumber energi yang berkelanjutan (sustainable) dan bisa diperbarui (renewable).

“Salah satunya adalah dengan memanfaatkan kendaraan umum, baik bus listrik maupun kereta api,” katanya kepada media, Minggu (27/3/2022).

Ia melanjutkan, kaum muda juga harus mulai menggunakan perangkat listrik hemat energi dan memanfaatkan panel surya untuk pembangkitan listrik rumah tangga.

Hal ini bisa mengurangi ketergantungan rumah pada pasokan listrik dari PLN.

Makin ke sini, kata Nelwin, biaya listrik tenaga surya untuk rumah tangga ini makin berkurang jauh.

“Saya sudah memulainya sejak 2016. Jika dulu harganya masih Rp15 ribu per watt, sekarang sudah tinggal Rp7.000,” kata Nelwin.

Selain itu, pinta dia, kaum milenial juga bisa memanfaatkan sepeda dan sepeda motor listrik sebagai alternatif transportasi.

Lebih lanjut Nelwin menjelaskan, PGE juga sangat mendukung penggunaan sepeda motor listrik. Salah satunya adalah dengan membantu Rangers, sebuah aplikasi ojek online lokal yang dibuat kaum muda di Kamojang, salah satu area kerja PT PGE.

“Kami membantu mengubah mesin motor mereka dari bensin ke listrik. Kami juga menyediakan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU),” kata Nelwin.

Berdasarkan Sensus Penduduk 2020, lebih dari separuh penduduk Indonesia merupakan generasi milenial (lahir 1981-1996) yang mencakup 69,38 juta orang (25,87 persen populasi Indonesia), dan Generasi Z (lahir 1997-2012) sebanyak 74,93 juta orang (27,94 persen).

Pada 2027, usia produktif penduduk Indonesia sepenuhnya didominasi Generasi Milenial dan Gen Z.

Karena itu, pilihan kaum muda pada energi baru terbarukan akan bisa mendorong percepatan pencapaian target zero emmision.