Krisis Ukraina Terus Tekan Wall Street

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street melemah pada Rabu (23/2/2022) dipicu terus berlanjutnya tekanan sentimen negatif krisis Ukraina.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, merosot 464,85 poin, atau sekitar 1,38 persen, menjadi 33.131,76. Indeks S&P 500 anjlok 79,26 poin, atau sekitar 1,84 persen, menjadi 4.225,5. Indeks komposit Nasdaq terjun 344,03 poin, atau sekitar 2,57 persen, menjadi 13.037,49.

Pemerintah Ukraina telah memberlakukan kondisi darurat di negara tersebut setelah Rusia mengirimkan pasukan ke dua kota di Ukraina, Donetsk dan Luhansk. Pasukan tersebut, menurut pihak Rusia, akan menjadi pasukan penjaga keamanan usai Donetsk dan Luhansk diakui Rusia sebagai wilayah yang merdeka.

Sebagai respon tindakan Rusia, AS dan negara-negara Eropa telah menjatuhkan sanksi ekonomi. Akibatnya arus perdagangan Rusia kini bergeser ke Tiongkok.

Indeks sektor teknologi informasi S&P 500 memimpin pelemahan dengan terjun 2,6 persen. Indeks komposit Nasdaq terjun 16 persen dari level pada awal tahun.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring berlanjutnya krisis Ukraina. Harga emas untuk pengiriman Maret 2022 naik US$1.910,40 per ons.

Peningkatan harga emas berjangka terbatasi menguatnya nilai tukar dolar AS. Indeks dolar AS naik 0,18 persen menjadi 96,20.

Bursa saham Eropa melemah pada Rabu, dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 0,3 persen, seiring merosotnya saham perbankan dan ritel.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 3,97 poin menjadi 7.498,18. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, turun 61,64 poin, atau sekitar 0,42 persen, menjadi 14.631,36.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melemah 53,10 poin, atau sekitar 0,63 persen, menjadi 8.440,10. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, melorot 6,93 poin, atau sekitar 0,10 persen, menjadi 6.780,67.

Nilai tukar poundsterling terhadap dolar AS berada di kisaran US$1,3550 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1970 euro per pound.