ANALIS MARKET (08/12/2022) : IHSG Diperkirakan Cenderung Tertekan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (7/12), IHSG ditutup melemah 73,82 poin (-1,07%) ke level 6.818,75.

IHSG melanjutkan pelemahan seiring terjadinya capital outflow sebesar Rp1,68 triliun dan terdepresiasinya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

Di saat yang sama, investor masih wait & see menantikan keputusan suku bunga The Fed pada pekan depan.

Dari domestik, kemarin terdapat rilis data Posisi Cadangan Devisa Indonesia (Nov-22) sebesar US$134,0 miliar, meningkat dari posisi US$130,2 miliar (Okt-22), antara lain dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa, serta penerimaan devisa migas.

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup mixed tercermin dari DJIA (+0,00%), S&P 500 (-0,19%), dan Nasdaq (-0,51%).

Uncertainty jalur kenaikan suku bunga The Fed dan pesimisme kondisi ekonomi yang berpeluang membuat terjadinya resesi membuat investor semakin gelisah. CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, merasa semakin tidak nyaman dengan kesehatan ekonomi terbesar dunia itu (AS) karena berurusan dengan guncangan inflasi dan kenaikan suku bunga.

Narasi bahwa pengetatan agresif Federal Reserve akan menyeret ekonomi AS ke dalam resesi pada tahun 2023 telah melawan beberapa optimisme seputar pembukaan kembali China.

Sementara itu, data Departemen Tenaga Kerja menunjukkan bahwa produktivitas pada kuartal terakhir lebih baik dari perkiraan semula, sementara biaya tenaga kerja per unit jauh lebih rendah.

"Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung tertekan. Investor hari ini akan mencermati rilis data Survei Konsumen Indonesia (Nov-22)," sebut analis FAC Sekuritas dalam riset yang dirilis Kamis (08/12/2022).