GGRP Incar Pasok Baja Pembangunan IKN

Foto : Dok. GGRP

Pasardana.id - PT Gunung Raja Paksi Tbk (IDX: GGRP) optimistis terus meningkatkan kinerja pada tahun 2023 karena berbagai faktor pendukung, baik global maupun nasional.

Di tingkat global, antara lain: pulihnya permintaan konsumsi baja global sebesar 1 persen menjadi 1,81 miliar ton.

Menurut Direktur Utama GRP, Abednedju Giovano Warani Sangkaeng, bahwa faktor pendorong pertumbuhan lainya datang dari pertumbuhan industri otomotif sebesar 5,7 persen pada 2023.

“Meski harus diakui, terdapat pula faktor penahan industri baja, seperti tingginya biaya energi, laju inflasi yang masih tinggi, dan pengetatan kebijakan moneter,” kata Argo dalam paparan publik secara daring, Kamis (15/12/2022).

Sementara di tingkat nasional, lanjut dia, berbagai faktor juga mendukung optimisme tersebut, di antaranya: konsumsi baja pada 2023 diperkirakan tumbuh 3,5 persen secara tahunan.

Pertumbuhan didorong proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang diperkirakan membutuhkan 9,3 juta MT baja.

“Kami optimistis dapat berkontribusi pada proyek IKN dalam hal pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan,” jelas Argo.

Menurut Argo, sebanyak 78 persen konsumsi baja nasional pada 2023 diperkirakan berasal dari sektor konstruksi.

Dan 85 persen dari permintaan konstruksi, diperkirakan berasal dari Jawa.

Sementara, sektor otomotif yang menargetkan produksi 1 juta mobil juga berperan dalam mendorong permintaan baja.

“Tahun depan, prospek industri manufaktur memang cukup menantang,” kata dia.

Sedangkan hingga akhir September 2022, GGRP meraih laba bersih sebesar USD49 juta, atau naik 22 persen secara tahunan

“Kinerja menggembirakan ini tidak lepas dari upaya Perseroan untuk terus meningkatkan performa, yakni melalui penetrasi pasar ekspor. Hingga September 2022, nilai ekspor mencapai USD45 juta atau meningkat 56 persen secara tahunan dengan tujuan ekspor mencakup; Amerika Serikat, Selandia Baru, Australia, Uni Emirat Arab, Malaysia, dan Singapura,” kata Direktur GGRP, Roymond.

Ia bilang, pada Maret 2022, perseroan mengekspor baja jenis structural beam untuk pembangunan gudang perusahaan industri mobil listrik di Amerika Serikat.

Selain itu, lanjut Roymond, pada Juli 2022, Perseroan juga mengekspor baja struktur dan plat ke Selandia Baru untuk konstruksi rumah sakit.

“Pada kesempatan kali ini, pelepasan ekspor dihadiri Menteri Perdagangan, Bapak Zulkifli Hasan,” lanjut Roymond.

Menurut Roymond, saat ini GGRP memiliki posisi keuangan yang sehat. Hal ini menunjukkan kapabilitas kuat perusahaan dalam memenuhi kewajiban.

“Nilai pinjaman bersih triwulan ketiga 2022, misalnya, masih di bawah nilai EBITDA yaitu sebesar 0.92x,” jelasnya.

Kinerja operasional GRP juga menunjukkan performa positif.

Hingga September 2022, penjualan bersih GRP USD723 juta atau meningkat 44 persen secara tahunan, dari tahun lalu yang tercatat sebesar USD502 juta.

“Segmen baja lembaran memiliki kontribusi 69 persen. Peningkatan ini ditunjang produksi baja berkualitas tinggi yang juga meningkat 36 persen secara tahunan,” imbuh Roymond.