Erick Thohir Sebut 23 Persen Pasar Modal Disumbang BUMN

Foto : istimewa

Pasardana.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menyatakan, perusahaan pelat merah ikut berperan besar dalam memberikan kontribusi yang positif bagi perkembangan pasar modal di Indonesia.

Pasalnya, sebanyak 23 persen dari kinerja pasar modal berasal dari emiten-emiten pelat merah, seperti; BRI, Telkom Indonesia, dan Bank Mandiri.

Perusahaan tersebut merupakan tiga dari lima emiten terbesar secara nasional. Adapun, secara keseluruhan, terdapat 36 BUMN dan entitas BUMN dalam Pasar Modal Indonesia.

"Artinya, kinerja BUMN dengan transformasi yang sudah didorong, apa itu lewat perbaikan dari manajemen atau adaptasi business model itu menjadi kekuatan," ujar Erick di Jakarta, Kamis (27/10).

Erick mengatakan, BUMN dan pasar modal sama-sama saling mendukung dalam perbaikan dan penguatan kinerja ekonomi secara umum.

Menurut Erick, BUMN tidak sendiri namun dengan pihak swasta membentuk ekosistem yang berkolaborasi dengan sehat.

Di sisi lain, lanjutnya, keberadaan pasar modal sebagai pengawas bagi kinerja masing-masing BUMN.

"Sama dengan keberadaan BUMN di bursa itu mendorong perbaikan ekosistem di bursa. Bursa semakin tumbuh, perusahaan sehat, dan BUMN diuntungkan dengan adanya check and balance karena dipantau secara publik. Jadi terbuka. Karena kita mau mendorong BUMN yang sehat," jelasnya.

Menurut Erick, kinerja baik dari BUMN yang mampu berkontribusi secara signifikan terhadap pasar, tak terlepas transformasi BUMN.

Hal ini sebagaimana dapat dilihat dari Pendapatan Konsolidasian BUMN yang meningkat, dari Rp 1.929 Triliun (2020) menjadi Rp 2.292 Triliun (2021).

"Secara menyeluruh, transformasi BUMN melalui lima pilar utama, dan core value AKHLAK, telah membuahkan hasil yang juga ditunjukkan dari peningkatan kinerja keuangan," tandasnya.