Data Pekerjaan AS Mengecewakan, Wall Street “Mixed”

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street berakhir mixed pada Jumat (7/1/2022) terpengaruh data pekerjaan Amerika Serikat yang mengecewakan.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, naik 127,36 poin, atau sekitar 0,35 persen, menjadi 36.363,83. Indeks S&P 500 berakhir datar dengan pergerakan turun hanya 3,84 poin menjadi 4.692,21. Indeks komposit Nasdaq melemah 81,56 poin, atau sekitar 0,54 persen, menjadi 14.999,30.

Laporan yang dirilis Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan nonfarm payroll meningkat 199.000 pada Desember 2021, di bawah ekspektasi peningkatan 400.000. Sedangkan tingkat pengangguran turun 0,3 persen menjadi 3,9 persen.

Data pekerjaan AS yang mengecewakan mendukung pengetatan kebijakan moneter secara agresif oleh Federal Reserve. Suku bunga The Fed kemungkinan akan ditingkatkan dalam waktu dekat.

Lima dari 11 sektor utama indeks S&P 500 mengalami pelemahan, dipimpin oleh sektor teknologi. Indeks sektor keuangan dan perbankan masing-masing meningkat 1,1 persen dan 1,5 persen setelah imbal hasil obligasi AS menyentuh angka 1,8 persen yang merupakan angka tertinggi sejak Januari 2020.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Februari 2022 naik 0,1 persen menjadi US$1.791,70 per ons. Indeks dolar AS turun 0,60 persen menjadi 95,74.

Bursa saham Eropa melemah pada Jumat, dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 0,2 persen, dipicu kekhawatiran pengetatan kebijakan moneter The Fed.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 34,91 poin, atau sekitar 0,47 persen, menjadi 7.485,28. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, turun 104,29 poin, atau sekitar 0,65 persen, menjadi 15.947,74.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melemah 38,10 poin, atau sekitar 0,43 persen, menjadi 8.751,80. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, melorot 30,18 poin, atau sekitar 0,42 persen, menjadi 7.219,48.

Nilai tukar pound sterling menguat 0,3 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3572 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound melemah 0,2 persen menjadi 1,1964 euro per pound.