Wall Street Melemah Meski GDP AS Meningkat Tajam

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street melemah pada Kamis (27/1/2022) meski GDP Amerika Serikat mencatatkan rekor peningkatan pada kuartal akhir tahun lalu.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, berakhir datar dengan pergerakan turun hanya 7,31 poin menjadi 34.160,78. Indeks S&P 500 melemah 23,42 poin, atau sekitar 0,54 persen, menjadi 4.326,51. Indeks komposit Nasdaq merosot 189,34 poin, atau sekitar 1,4 persen, menjadi 13.352,78.

Sentimen positif sempat melanda Wall Street setelah laporan yang dirilis Departemen Perdagangan AS pada Kamis menunjukkan GDP AS bertumbuh 6,9 persen pada kuartal IV 2021.

Namun ketiga angka indeks kembali turun sehingga berakhir di teritori negatif karena para investor tetap berkutat dengan kekhawatiran peningkatan suku bunga Federal Reserve AS pada Maret mendatang.

Dari 11 sektor utama indeks S&P 500, lima berakhir di teritori negatif. Indeks barang kebutuhan konsumen mengalami penurunan tertajam.

Saham perusahaan teknologi Intel terjun 7 persen setelah diperkirakan akan mencatatkan perolehan laba yang lebih rendah dari perkiraan pada kuartal pertama 2022. Saham perusahaan manufaktur mobil elektrik Tesla tergelincir 11,6 persen usai memperingatkan bahwa permasalahan rantai pasokan akan terus berlanjut pada 2022 ini.

Saham Netflix melambung 7,5 persen usai investor biliuner William Ackman membeli saham perusahaan penyedia layanan video streaming dengan dana mencapai US$1 miliar.

Saham perusahaan teknologi Apple melonjak 2 persen dalam sesi perdagangan after-hours berkat keberhasilan mencatatkan rekor perolehan laba US$34,6 miliar pada kuartal pertama tahun fiskal 2022.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring meningkatnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Februari 2022 turun 2 persen menjadi US$1.793,10 per ons. Indeks dolar AS melonjak 1,35 persen menjadi 97,24.

Bursa saham Eropa menguat pada Kamis, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 0,7 persen, dipicu meningkatnya saham sektor kesehatan dan utilitas.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, melonjak 84,53 poin, atau sekitar 1,13 persen, menjadi 7.554,31. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, naik 64,88 poin, atau sekitar 0,42 persen, menjadi 15.524,27.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, menanjak 85,80 poin, atau sekitar 1 persen, menjadi 8.706. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, meningkat 41,84 poin, atau sekitar 0,60 persen, menjadi 7.023,80.

Nilai tukar poundsterling melemah 0,5 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3395 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound menguat 0,3 persen menjadi 1,2013 euro per pound.