DSSA Tambah Utang USD775 Juta

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id -  PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (IDX: DSSA) dalam dua hari belakangam ini mendapat dua fasilitas pinjaman dari sindikasi perbankan dan lembaga keuangan dengan nilai total USD775 Juta.

Rinciannya, pada tanggal 20 Januari 2022, meraih fasilitas pinjaman senilai USD150 juta dari PT Bank Mandiri Tbk (IDX: BMRI) dan PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (IDX: SDRA).

“Fasilitas pinjaman ini akan digunakan untuk pengembangan usaha perseroan,” tulis Sekretaris Perusahaan DSSA, Susan Chandra dalam keterangan resmi, Jumat (21/1/2022).

Berikutnya, anak usaha perseroan, Stanmore SMC Holding Pty Ltd meraih pinjaman senilai USD625 juta berasal dari Varde Partners Canyon Capital Advisors LLC, Faralon Capital Asia Pte Ltd, dan beberapa lembaga keuangan lainnya.

Fasilitas yang dijamin oleh aset Stanmore SMC Holding itu, akan digunakan untuk akuisisi tambang batu bara metalurgi yang terletak di Queensland, Australia  South Walker Creek dan tambang Poitrel.

Tambang baru yang akan di akuisisi itu saat ini mencatatkan total produksi batu bara metalurgi sekitar 10 juta ton per tahun dan total cadangan sebanyak 171 juta ton, serta proyek batu bara Wards Well yang belum dikembangkan.

Stanmore telah menandatangani perjanjian jual beli dengan BHP Minerals Pty Ltd (BHP). Dalam perjanjian, tertera Stanmore akan mengakuisisi seluruh saham Dampier Coal (Qld) Pty Ltd (Dampier Coal).

Dengan penguasaan Dampier Coal, maka Stanmore akan memiliki 80 persen kepentingan ekonomi yang dimiliki BHP pada BHP Mitsui Coal Pty Ltd (BMC). Sedangkan BMC saat ini sebagai pemilik tambang batu bara metalurgi tersebut.

Lebih lanjut manajemen Perseroan juga menerangkan, pinjaman dari sindikasi perbankan tadi akan meningkatkan rasio utang terhadap ekuitas sebesar 8 persen.

Bahkan, pinjaman untuk akuisisi tambang batu bara metalurgi akan meningkatkan rasio utang terhadap ekuitas sebesar 34 persen.