ANALIS MARKET (21/1/2022) : IHSG Diperkirakan Bergerak Bervariasi Cenderung Melemah

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, IHSG berhasil ditutup menguat (+0.53%) pada perdagangan kemarin (20/1), di level 6626.87,  setelah 3 hari berturut mengalami pelemahan sejak awal pekan ini. Para investor merespon positif kebijakan dari BI untuk menahan BI-7DRRR deposit and lending facility rate yang diharapkan dapat membuat kestabilan ekonomi ditengah minimnya sentiment positif. Sektor yang mendorong pelemahan bursa yaitu sektor basic materials (-0,94%), industrials (-0,82%), dan sektor financials (-0,70%). Investor asing membukukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 17.48 miliar dengan sahamsaham yang paling banyak dijual adalah: BBRI, ASII, INCO.

Adapun secara teknikal analis, IHSG setelah membentuk pola three black crows akhirnya dilanjutkan dengan candle putih serta tertahan di MA 80 yang membuat IHSG tidak menuju ke arah level support-nya, namun pada hari ini masih akan menguji MA 5. Beberapa saham yang memiliki potensi kenaikan yaitu: KAEF, EMTK, EKAD, CENT, DOID, PGAS, PPRE, ADRO, INKP, TPIA, WIKA.

Dari bursa AS, tiga index utama kembali ditutup kompak di zona merah walaupun di awal sesi sempat di buka kompak menguat namun terjadi aksi jual yang cukup kuat, pelemahan tertinggi di pimpin oleh Nasdaq -1.30%%. Para investor AS merespon pesimis di bulan January ini mendekati kebjikan Fed yang semakin ketat di tengah rilisnya laporan keuangan perusahaan yang cenderung mix, hal ini membuta colatilitas di pasar saham maupun di obligasi yang mengakibatkan kenaikan treasury yield yang cukup cepat.

MARKET OUTLOOK

Bursa Asia pada pagi hari ini sudah merespon di zona merah, saat laporan ini ditulis index Nikkei 225 sudah di perdagangkan di zona merah cukup dalam -2.08% sementara index Kospi juga diperdaganagkan di zona merah -0.69%. Para investor merespon naiknya Japan Inflation Rate di bulan desember yg naik 0.8% secara YoY hal ini membuat kurangnya kepercayaan investor terhadap kondisi perekonomian saat ini khususnya Jepang sendiri yang merespon pelemahan Index yang cukup dalam.

Sementara dari dalam negeri, IHSG diperkirakan akan bergerak bervariasi cenderung melemah ditengah minimnya sentiment positif di dalam negeri maupun global. IHSG akan terseret bursa Asia yang sudah di buka di zona merah cukup dalam serta sentiment negative juga datang dari UK Consumer Confidence yang terus menurun di bulan January ini kepercayaan konsumen menurun dapat diakibatkan kenaikan inflasi yang terjadi saat ini.

“IHSG akan bergerak pada rentang 6530 – 6650,” sebut analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Jumat (21/1/2022).