Wall Street Melemah Dipicu Aksi Ambil Untung

foto: istimewa

Wall Street melemah pada Kamis (13/1/2022) dipicu aksi ambil untung yang dilakukan para investor, terutama di sektor teknologi.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, turun 176,70 poin, atau sekitar 0,49 persen, menjadi 36.113,62. Indeks S&P 500 merosot 67,32 poin, atau sekitar 1,42 persen, menjadi 4.659,03. Indeks komposit Nasdaq terjun 381,58 poin, atau sekitar 2,51 persen, menjadi 14.806,81.

Indeks sektor teknologi S&P 500 terjun 2,7 persen, sedangkan indeks kebutuhan konsumen anjlok 2 persen. Indeks komposit Nasdaq mengalami penurunan tertajam sejak 5 Januari lalu.

Harga emas berjangka turun seiring meningkatnya imbal hasil obligasi AS. Harga emas untuk pengiriman Februari 2022 turun 0,3 persen menjadi US$1.821,4 per ons.

Penurunan harga emas berjangka terbatasi pelemahan nilai tukar dolar AS. Indeks dolar AS turun 0,06 persen menjadi 94,86.

Bursa saham Eropa diliputi tekanan pada Kamis, dengan indeks STOXX 600 Eropa berakhir datar, setelah pelemahan saham defensif dibarengi penguatan saham sektor otomotif dan teknologi.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 12,13 poin, atau sekitar 0,16 persen, menjadi 7.563,85. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, meningkat 21,27 poin, atau sekitar 0,13 persen, menjadi 16.031,59.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, menguat 46,60 poin, atau sekitar 0,53 persen, menjadi 8.816,90. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, turun 36,05 poin, atau sekitar 0,50 persen, menjadi 7.201,14.

Nilai tukar pound sterling terhadap dolar AS berada di kisaran US$1,3749 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1993 euro per pound.