ANALIS MARKET (13/1/2022) : IHSG Diperkirakan Mengalami Penguatan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, IHSG ditutup sideway di level 6647,06 (-0,01%), hal ini disebabkan karena minimnya sentimen di pasar. Terdapat 2 sektor mengalami kenaikan yang tinggi, yaitu sektor industri dasar (+1,05%) dan sektor energi (+1,03%), dan terdapat 1 sektor yang mengalami pelemahan dalam yaitu sektor teknologi (-2,17%). Sentimen yang mempengaruhi pasar dalam negeri masih terbatas pada sektor tertentu seperti kenaikan sektor energi yang disebabkan karena naiknya harga batu bara, dan secara umum tekanan pada bursa masih disebabkan karena kenaikan kasus virus corona secara global dan lokal yang berasal dari libur akhir tahun yang lalu, serta ancaman kenaikan tingkat suku bunga oleh The Fed. Investor asing membukukan net buy pada pasar reguler sebesar 947,99 miliar, dengan saham-saham yang paling banyak dibeli adalah: BBCA, BBRI, EMTK.

Adapun secara teknikal analis, setelah mengalami penurunan panjang pada perdagangan 2 hari yang lalu, kemarin IHSG membentuk candle tipis dengan rambut yang memanjang kearah atas dan bawah, menunjukkan adanya kesamaan kekuatan bullish dan bearish. Susunan candle tersebut juga menunjukkan potensi terjadi rebound pada perdagangan hari ini. Beberapa saham yang memiliki potensi kenaikan yaitu: INDF, CPIN, ADRO, LSIP, AALI MDKA, BFIN, SIDO, AKRA SCMA, AGRO.

Di sisi lain, seluruh indeks besar pada bursa AS ditutup menguat pada akhir perdagangan tadi pagi setelah data pertumbuhan inflasi AS secara YoY berada dalam level tertinggi dalam beberapa dekade, sebagian besar memenuhi ekspektasi ekonom, namun apabila melihat data pertumbuhan secara MoM, terdapat pertumbuhan yang menurun pada inflasi (Des 2021 vs Nov 2021 : 0,5% vs 0,8%). Hal ini meredakan beberapa kekhawatiran bahwa The Fed harus menarik kembali keputusan untuk menaikkan tingkat suku bunga yang lebih cepat dari ekspektasi.

MARKET OUTLOOK

Kemudian pada perdagangan Kamis (13/1) pagi ini, dari bursa Asia sudah diperdagangkan bervariasi, Nikkei melemah 0,75%, dan Kospi menguat tipis sebesar 0,10%. Reaksi investor terhadap kenaikan inflasi AS beragam, disamping itu para investor di bursa Asia juga memperhatikan tingkat imbal hasil treasury bond AS yang semakin tinggi.

Sementara itu, dari dalam negeri, IHSG diperkirakan akan mengalami penguatan pada perdagangan hari ini, menyusul kembali dibukanya jalur ekspor batu bara yang lebih banyak sejak kemarin.

“IHSG diperkirakan akan bergerak pada rentang 6610 – 6690,” sebut analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Kamis (13/1/2022).