Wall Street “Mixed”, Bursa Eropa Melemah

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street berakhir mixed pada Senin (10/1/2022) dengan indeks komposit Nasdaq di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, berakhir di teritori positif.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average turun 162,79 poin, atau sekitar 0,45 persen, menjadi 36.068,87. Indeks S&P 500 melemah 6,74 poin, atau sekitar 0,14 persen, menjadi 4.670,29. Indeks komposit Nasdaq berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 6,93 poin menjadi 14.942,83.

Indeks sektor teknologi S&P 500 naik 0,1 persen dipicu aksi beli para investor terhadap saham perusahaan teknologi memanfaatkan penurunan tajam yang berlangsung sebelumnya. Indeks sektor kesehatan melonjak 1 persen, sedangkan indeks layanan komunikasi naik 0,02 persen.

Indeks sektor lainnya melemah, dengan indeks sektor industri dan material masing-masing merosot 1,2 persen dan 0,99 persen.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring menguatnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Februari 2022 turun 0,3 persen menjadi US$1.792,30 per ons. Indeks dolar AS naik 0,23 persen menjadi 95,938.

Bursa saham Eropa melemah pada Senin, dengan indeks STOXX 600 Eropa merosot 1,5 persen yang merupakan penurunan tertajam sejak akhir November 2021, dipicu terpuruknya saham sektor teknologi. Indeks sektor tersebut terjun 3,6 persen.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 40,03 poin, atau sekitar 0,53 persen, menjadi 7.445,25. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, merosot 179,47 poin, atau sekitar 1,13 persen, menjadi 15.768,27.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melemah 44,90 poin, atau sekitar 0,51 persen, menjadi 8.706,90. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, melorot 103,71 poin, atau sekitar 1,44 persen, menjadi 7.115,77.

Nilai tukar pound sterling melemah 0,4 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3542 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound menguat 0,1 persen menjadi 1,1979 euro per pound.