Indeks Kospi Turun 0,95 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 28,17 poin, atau sekitar 0,95 persen, pada Senin (10/1/2022), menjadi 2.926,72.

Volume perdagangan moderat mencapai 470 juta saham senilai 10,2 triliun won atau sekitar US$8,5 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 615 berbanding 259.

Angka indeks turun dipicu kehati-hatian para investor jelang berlangsungnya pidato pimpinan Federal Reserve Amerika Serikat Jerome Powell di hadapan senat. “Para investor khawatir Powell membuat pernyataan hawkish terkait inflasi dalam pidatonya,” jelas Jeong Myung-Ji, analis Samsung Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor institusi dan asing masing-masing melepas saham senilai 500 miliar won dan 82 miliar won, sedangkan investor ritel meraup saham senilai 573 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics turun 0,38 persen, sedangkan saham SK Hynix merosot 1,97 persen. Saham perusahaan internet Naver melemah 0,89 persen, sementara saham Kakao terjun 3,4 persen.

Saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLoigcs melorot 0,95 persen. Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor tergelincir 2,56 persen.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar AS, naik 2,4 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.199,1 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi tekanan hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang berakhir datar, ketika Bursa Efek Tokyo tutup sehubungan berlangsungnya libur Hari Kedewasaan.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia berakhir datar dengan pergerakan turun hanya 6,20 poin menjadi 7.447,10. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina menguat, sedangkan Bursa Vietnam dan Indonesia melemah.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 13,98 poin, atau sekitar 0,39 persen, menjadi 3.593,52. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong melonjak 256,68 poin, atau sekitar 1,09 persen, menjadi 23.750,06.