ANTM Raih Laba Rp1,16 Triliun Pada Semester I 2021

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - BUMN tambang mineral, PT Aneka Tambang Tbk (IDX: ANTM) atau Antam meraih laba bersih sebesar Rp1,16 triliun dalam enam bulan pertama tahun 2021, atau membaik dibandingkan periode sama tahun 2020 yang mencatatkan rugi bersih sebesar Rp159,4 miliar.

Hal itu ditopang peningkatan peminat investasi emas.  

Sehingga emiten tambang emas ini membukukan laba per saham Rp48,29; jauh membaik dibandingkan di semester I 2020 yang membukukan rugi per saham dasar Rp6,63.

Sekretaris Perusahaan Antam, Yulan Kustiyan menjelaskan, hasil itu ditopang peningkatan penjualan sebesar 87 persen menjadi Rp17,28 triliun, terutama dari penjualan dalam negeri yang mencapai Rp13,68 triliun atau setara 79 persen dari total penjualan.

“Kami fokus pada strategi pengembangan basis pelanggan di dalam negeri terutama pemasaran emas, dan bijih nikel,” jelas dia kepada media, Selasa (28/9/2021).

Ia menambahkan, peningkatan penjualan logam mulai di pasar dalam negeri seiring kesadaran masyarakat akan pentingnya investasi emas.

Hal itu mendorong Antam membukukan penjualan sebanyak 13.341 Kg emas atau meningkat 69 persen dibanding semester I 2020.

“Penjualan emas mencapai Rp11,87 triliun atau 69 persen dari total penjualan, disusul penjualan feronikel senilai Rp2,59 triliun dan bijih nikel senilai Rp2,04 triliun,” tutur dia.

Sementara itu, dari sisi produksi, jelas Yulan, di sepanjang semester I 2021, perseroan mencatakan sebanyak 719 kg emas yang berasal dari mulut tambang Pongkor dan Cibaliung.

Sedangkan produksi feronikel mencapai 12.679 ton nikel dalam feronikel.

Adapun produksi bijih nikel mencapai 5,34 juta wet metric ton.