BBRI Sebut 97,4 Persen Right Issue Ditebus Investor

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (IDX: BBRI) menyebutkan, minat investor dalam melaksanakan Rights Issue yang sedang dilakukan sangat tinggi.

Dari data Biro Administrasi Efek Datindo Entrycom, disebutkan bahwa jumlah HMETD yang telah ditebus hingga Rabu (22/09) telah mencapai 27,48 miliar lembar saham, yang jika dinominalkan mencapai Rp.93,4 triliun atau mencapai 97,4 persen dari total right issue.

Sehingga emiten bank BUMN ini berpotensi meraih dana segar mencapai Rp 41,15 triliun.

Nominal ini akan didapat apabila semua pemegang saham publik mengeksekusi haknya sesuai porsi masing-masing.

Jika diakumulasi dengan nilai inbreng saham Pegadaian dan PMN senilai Rp54,7 triliun dari  pemerintah, maka optimalisasi right issue ini bernilai Rp 96 triliun.

Direktur Utama BRI, Sunarso mengatakan, data pelaksanaan HMETD pencapaian tersebut belum merupakan data final, namun pencapaian ini telah membuat BRI menorehkan sejarah sebagai Rights Issue terbesar di kawasan Asia Tenggara, menduduki peringkat 3 Rights Issue di Asia dan nomor 7 di seluruh dunia.

Ia juga mengungkapkan, keberhasilan Rights Issue merupakan cermin bahwa dunia luar masih percaya akan prospek ekonomi Indonesia saat ini dan di masa mendatang.

“Dana dari hasil Rights Issue tersebut nantinya akan digunakan perseroan untuk mengembangkan ekosistem ultra mikro, untuk mengakselerasi ekonomi kerakyatan,” kata dia kepada media, Jumat (24/9/2021).

Dalam aksi right issue ini, lanjut dia, BRI menawarkan sebanyak-banyaknya 28,21 miliar lembar saham baru Seri B atas nama dengan nilai nominal Rp 50 per saham atau sebanyak-banyaknya 18,62% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah PMHMETD I.

“Di masa pandemi seperti ini mendapatkan kepercayaan dari market dalam dan luar negeri merupakan sebuah pencapaian besar. Ini benar-benar fresh money masuk ke pasar modal dan tentu bagus untuk Indonesia. Kami berkomitmen untuk memanfaatkan dana tersebut untuk memberdayakan UMKM. Seperti yang sudah pernah saya sampaikan, 60 -70 persen dananya akan digunakan untuk mengembangkan ekosistem ultra mikro dan sisanya untuk memperkuat bisnis kecil dan mikro BRI,” bebernya.

Perseroan pun optimis mampu meningkatkan penyaluran kredit ultra mikro sebesar 14 persen per tahun dengan kesuksesan Rights Issue ini.

“BRI memerlukan sumber pertumbuhan baru ke depan yaitu segmen ultra mikro, sehingga perseroan dapat tumbuh berkelanjutan dan memberikan kontribusi positif bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya, tak terkecuali pelaku usaha ultra mikro dan UMKM,” pungkas Sunarso.