Beli Tanah Komisaris, Ace Oldfied Akan IPO 390 Juta Saham

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Perusahaan peralatan dan perlengkapan cat, PT Ace Oldfield Tbk, tengah bersiap pelaksanaan Penawaran Umum Perdana Saham atau initial public offering (IPO).

Melalui IPO, perusahaan mengincar perolehan dana dari pasar modal sebesar Rp 76,05 miliar hingga Rp 97,5 miliar.

Melansir prospektus awal calon emiten itu yang diunggah pada wahana e-IPO, Rabu (22/9/2021), perusahaan ini akan menawarkan sebanyak 390 juta lembar saham bernominal Rp 50 per lembar saham. Jumlah itu setara dengan 30,17 persen dari modal ditempatkan disetor penuh.

“Harga penawaran sebesar Rp 195-Rp250, sehingga nilai penawaran umum sebanyak-banyaknya Rp 76.050 miliar hingga Rp 97,5 miliar,” demikian tulis manajemen PT Ace Oldfield Tbk.

Perusahaan cat ini masih berpeluang meraih dana dari pelaksanaan waran. Sebab, saat bersamaan juga akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 130 juta Waran Seri I. Jumlah itu setara 14,4% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh.

Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada saat Penjatahaan, yang diperkirakan pada tanggal 14 Oktober 2021.

Pada saat itu, setiap pemegang 3 saham baru berhak memperoleh 1 Waran Seri I. Satu waran  seri I dapat ditebus menjadi 1 saham mulai tanggal 18 April 2022 sampai dengan tanggal 18 Oktober 2022.

Untuk memuluskan rencana itu, perseroan telah menunjuk NH Korindo Sekuritas selaku penjamin emisi efek. Bersama penjamin efek ini, Ace Oldfield mulai melakukan penawaran awal 22 hingga 27 September 2021.

Diharapkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan pernyataan efektif IPO pada 6 Oktober 2021. Jika demikian, akan dilanjutkan dengan masa penawaran umum pada 8 hingga 14 Oktober 2021 dan kemudian dicatatkan di BEI pada 18 Oktober 2021.

Dengan dana IPO itu, perseroan akan membeli tanah di Cileungsi senilai Rp 28 miliar. Patut dicatat, tanah itu milik dua pemegang saham sekaligus komisaris, yakni Janto Setiono dan Dannie Tjiandra.

Di samping tanah itu, sebagian milik Bobby Kandiawan, yang juga memiliki hubungan keluarga dengan pengurus perusahaan.

Sedangkan, sisanysa sekitar 60,6 persen dari dana hasil penawaran saham itu akan digunakan untuk modal kerja, seperti pembelian bahan baku.