Jauh Dari Target, GTS Internasional Hanya Raup Rp240 Miliar Dari IPO

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT GTS Internasional Tbk menetapkan jumlah lembar penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) sebanyak 2,4 miliar dengan harga pelaksanaan Rp100.

Sehingga calon emiten infrastruktur energi itu akan meraup dana Rp240 miliar. Nilai tersebut jauh dari target dana IPO dalam prospektus awal yakni  Rp286 miliar hingga  Rp429 miliar.

Hal itu terungkap dalam surat penitipan kolektif efek pada Kustodian Sentral Efek (KSEI), Kamis (2/9/2021)

“Saham  PT GTS Internasional Tbk telah didaftarkan oleh Emiten yang bersangkutan ke dalam penitipan kolektif KSEI,” tulis Direktur KSEI,Syafruddin.

Jelasnya, IPO GTS Internasional mendapatkan pernyataan efektif pada tanggal 31 Agustus 2021. Selanjutnya, mulai memasuki masa penawaran umum pada tanggal 2 hingga 6 September 2021 dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 8 September 2021.  

Sebelumnya, dalam prospektus, GTS Internasional berencana menawarakan sebanyak 2,860 miliar saham baru dengan target dana  Rp286 miliar hingga  Rp429 miliar.

Direktur Utama PT GTS Internasional Tbk, Kemal Santoso mengatakan, IPO sejalan dengan rencana perseroan dalam tahap membangun ekosistem rantai pasokan LNG dengan cara mengakuisisi perusahaan terafiliasi yang akan memberikan sinergi terhadap keberlangsungan usaha Perseroan.

Perusahaan berencana membangun permanent FRSU (Floating Storage Regacification Unit) untuk Sulawesi Utara .

“Dana IPO sebagian untuk mendanai akuisisi,” kata dia dalam paparan publik secara daring, Kamis (19/8/2021).

Ia merinci dana IPO, sekitar 64 persen atau setara dengan USD19,2 juta untuk pinjaman kepada PT Anoa Sulawesi Regas (ANOA), dengan perkiraan suku bunga 7 persen per tahun dengan jangka waktu pinjaman 8 tahun serta grace periode 2 tahun.

Pinjaman tersebut akan digunakan Anoa untuk membangun permanen FRSU, yang direncanakan akan dimulai pada Kuartal IV-2021.

“Jika dana tersebut sudah dibayarkan kembali kepada Perseroan, maka Perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk pengembangan usaha di masa depan, namun tidak terbatas untuk modal kerja dan belanja modal,” papar dia.

Sementara itu, lanjut dia, sekitar 20 persen atau USD6 juta dana IPO untuk modal kerja perseroan seperti operasional Perseroan yang meliputi, antara lain; cadangan docking, membangun sistem akuntansi dan keuangan, shipping monitoring online system.

Lebih lanjut, dia mengatakan, sekitar 16 persen atau USD 4,8 juta akan digunakan untuk penyertaan modal kepada ANOA.

Dengan penyertaan dana tersebut, diharapkan akan memperkuat struktur permodalan dan modal kerja di ANOA.

“Hal ini mampu memberikan kontribusi secara konsolidasi dan stabilitas pendapatan Perseroan selama sekitar 15 tahun ke depan,” kata dia.

Pada saat bersamaan, perseroan juga bermaksud untuk mencatatkan seluruh saham atas nama pemegang saham sebelum menjadi perusahaan terbuka sebanyak 13.419.142.767 saham. Sehingga total saham yang dicatatkan mencapai 16.279.142.767 saham.