Wall Street “Mixed”, Bursa Eropa Menguat

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street berakhir mixed pada Jumat (6/8/2021) dengan indeks komposit Nasdaq di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, berakhir di teritori negatif akibat melonjaknya imbal hasil obligasi AS.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 144,26 poin, atau sekitar 0,41 persen, menjadi 35.208,51. Indeks S&P 500 meningkat 7,42 poin, atau sekitar 0,17 persen, menjadi 4.436,52. Indeks komposit Nasdaq turun 59,36 poin, atau sekitar 0,40 persen, menjadi 14.835,76.

Imbal hasil obligasi AS meningkat sekitar 0,1 persen pada Jumat menjadi 1,3 persen yang merupakan angka tertinggi dalam sepekan terakhir.

Peningkatan imbal hasil obligasi AS terjadi setelah Departemen Tenaga Kerja AS merilis laporan yang menyebutkan bahwa angka nonfarm payrolls meningkat 943.000 pada Juli dan tingkat pengangguran turun ke angka 5,4 persen. Momentum kuat pertumbuhan ekonomi memunculkan kekhawatiran pengetatan kebijakan moneter oleh bank sentral AS.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring menguatnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman September 2021 turun 2,57 persen menjadi US$1.758,70 per ons. Indeks dolar AS naik 0,58 persen menjadi 92,78.

Bursa saham Eropa menguat pada Jumat, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 0,002 persen, seiring meningkatnya saham perbankan.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 2,52 poin 7.122,95. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, meningkat 16,78 poin, atau sekitar 0,11 persen, menjadi 15.761,45.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, menguat 12,50 poin, atau sekitar 0,48 persen, menjadi 8.879. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, menanjak 35,77 poin, atau sekitar 0,53 persen, menjadi 6.816,96.

Nilai tukar pound sterling melemah 0,4 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3866 per pound. Terhadap euro, nilai tukar pound sterling menguat 0,2 persen menjadi 1,1793 euro per pound.