Menkominfo Dukung Swasta Bangun Jaringan Fiber Optik

Foto : istimewa

Pasardana.id - Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate mengatakan, langkah pembangunan jaringan fiber optik akan meningkatkan digitalisasi perindustrian dan membuka peluang reorientasi sektor industri yang makin pesat dan IoT (Internet of Thing) ataupun kecerdasan buatan (AI).

Selain itu, lanjutnya, pembangunan jaringan itu juga akan semakin memacu transformasi sektor manufaktur dan menjadi proses bisnis Indonesia lebih efektif dan lebih efisien serta mampu bersaing di era industri 4.0.

Karena itu, dirinya menegaskan, bahwa pemerintah sangat mendukung penyelenggara telekomunikasi swasta membangun jaringan fiber optik dalam upaya mewujudkan akselerasi transformasi digital Indonesia yang semakin terkoneksi dan maju.

"Kesuksesan implementasi transformasi digital sektor industri membutuhkan kolaborasi semua pihak mulai dari pemerintah, penyelenggara telekomunikasi, pelaku industri yang semua harus kerja bersatu padu," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Kamis (5/8/2021).

Lebih lanjut Menkominfo menilai, inisiasi fiberisasi optik juga akan mempercepat fasilitasi jaringan 5G di sektor industri yang saat ini terus dikembangkan di Indonesia.

Menurut Menteri Johnny, keberadaan infrastruktur digital yang kuat dan merata adalah prasyarat agar transformasi digital dapat menjangkau serta dirasakan oleh setiap orang.

Upaya pemerataan pembangunan infrastruktur digital yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia juga turut dipaparkan Menkominfo, seperti; penggelaran jaringan serat optik backbone, pengembangan jaringan fiber-link dan microwave-link, peluncuran 9 satelit telekomunikasi, dan pembangunan 559.000 stasiun pemancar sinyal (base-transceiver stations/BTS).

“Pemerintah Indonesia dan perusahaan telekomunikasi telah menggelar jaringan kabel serat optik sepanjang 342.000 kilometer di darat dan laut, sebagai tulang punggung konektivitas teknologi informasi dan komunikasi. Di mana lebih dari 12.000 kilometer dibangun di bawah proyek nasional jaringan Palapa Ring,” jelasnya.

“Penggelaran infrastruktur yang masif ini untuk memastikan bahwa konektivitas dapat menghubungkan yang belum terhubung tanpa meninggalkan satu orang pun. Maka dari itu, kami berharap, hilirisasi telekomunikasi digital dapat terlaksana dengan baik,” lanjutnya.

Asal tahu saja, kemarin (05/8), PT XL Axiata Tbk (IDX: EXCL) resmi menjalin kerjasama dengan PT Suryacipta Swadaya, pengelola Kawasan Industry Suryacipta Karawang, Jawa Barat, untuk menyediakan infrastruktur berupa fiber optik di kawasan industri tersebut.

Menurut Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini, kerja sama dengan PT Suryacipta Swadaya ini sangat strategis dan akan memberikan manfaat bisnis bagi kedua pihak, termasuk bagi para tenant yang sekaligus pelanggan korporasi kami.

"Solusi bisnis berbasis teknologi digital sudah menjadi tuntutan di semua bidang industri, sehingga ketersediaan infrastruktur berupa fiber optik juga menjadi keharusan bagi setiap kawasan industri, apalagi Suryacipta Swadaya bertekad menjadi kawasan industri berkelas dunia," katanya.

Ditambahkan, melalui kerja sama ini, pihaknya juga akan menyediakan solusi bisnis yang meliputi kolaborasi pusat data, layanan fixed connectivity (leased line, internet service, VOIP), layanan mobile connectivity (postpaid, mobile roadad, device bundling), dan layanan ICT (managed service) yang bisa ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Dalam kerja sama ini, XL Axiata akan membangun jaringan fiber optik yang akan melayani seluruh area kawasan industri Suryacipta seluas 1.400 hektare dengan kurang lebih 149 tenant/pabrik.

Di Kawasan tersebut saat ini terdapat berbagai perusahaan yang bergerak di sektor konstruksi, retail dan FMCG, farmasi, obat-obatan, otomotif, makanan dan minuman, serta IT, dan pusat data.

Secara umum, sebagian besar kategori calon pelanggan pada wilayah tersebut adalah tenant korporasi besar lintas negara. Apabila jaringan fiber optik XL Axiata telah terbangun maka tenant akan memiliki pilihan berkualitas untuk menggunakan jaringan milik XL Axiata baik sebagai link utama maupun pengganti.