ANALIS MARKET (05/8/2021) : Pergerakan IHSG Akan Terkonsolidasi

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, diperdagangan kemarin (04/8), IHSG di tutup naik (+0.46%) ke level 6159.04, seiring dengan kembali naiknya saham-saham bank kecil dan optimisme investor terhadap laporan kinerja perusahaan di kuartal-2. Secara sektoral, penguatan IHSG didorong oleh saham-saham sektor keuangan (+1.30%) dan properti (+0.36%). Investor asing juga tercatat melakukan aksi beli bersih sebesar IDR 357.79 miliar dengan saham- saham yang paling banyak dikoleksi oleh investor asing antara lain BBRI, BABP dan BBCA. Sejalan dengan naiknya IHSG, nilai tukar rupiah juga manguat 0.21% ke level IDR 14312 per USD.

Di sisi lain, Mayoritas bursa AS mengalami pelemahan di akhir perdagangan semalam (04/8), dengan indeks DJIA (-0.92%), S&P500 (-0.46%) sementara Nasdaq (+0.13%) naik tipis. Adapun pelemahan tersebut terjadi setelah wakil ketua Federal Reserve menyarankan suku bunga bisa naik pada 2023 dan data ekonomi untuk Juli menunjukkan perusahaan AS menambahkan pekerjaan jauh lebih sedikit dari yang diharapkan. Richard Clarida dari The Fed mengatakan bank sentral berada di jalur untuk memulai kenaikan suku bunga pada tahun 2023 dengan kemungkinan pengumuman bertahap akhir tahun ini. Komentar itu muncul setelah petunjuk bahwa Departemen Keuangan AS dapat memangkas penjualan obligasi musim gugur ini, dan laporan ketenagakerjaan ADP bertentangan dengan rekor pertumbuhan indeks layanan ISM, menunjukkan hambatan perekrutan yang terus-menerus meskipun ada perbaikan dalam ekonomi.

Sementara itu, harga minyak WTI (-3.42%) kembali turun pada perdagangan hari Rabu (04/08) karena peningkatan yang mengejutkan dari persediaan minyak mentah AS.

Adapun mayoritas bursa Jepang memulai perdagangan hari Kamis (05/08) dengan penguatan. Indeks Nikkei (+0.46%) dan TOPIX (+0.27%) berada di zona hijau seiring dengan hasil laba perusahaan yang sehat. Meski demikian, investor nampaknya akan berhati-hati karena komentar dari pejabat Federal Reserve yang mengatakan bank sentral bersiap untuk mengurangi dukungan stimulus.

Dari komoditas, pagi ini harga minyak WTI (+0.19%) rebound. Sementara harga batu bara (+1.50%) dan CPO (+3.62%) naik.

“Secara sentiment, pergerakan IHSG hari ini akan terkonsolidasi menanti data GDP Indonesia kuartal 2 yang akan dirilis hari ini. Secara konsensus, pertumbuhan ekonomi Indonesia secara QoQ tumbuh 2.94%,” beber analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Kamis (05/8/2021).