Sri Mulyani Tekankan Pentingnya Pendalaman Ekonomi dan Literasi Keuangan

Foto : istimewa

Pasardana.id - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, bahwa pendalaman pasar dan literasi keuangan sangatlah penting.

Menurutnya, inklusi keuangan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui distribusi pendapatan yang lebih merata, penurunan kemiskinan dan stabilitas sektor keuangan.

Pada pembukaan acara virtual ‘Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (Like It)’, Selasa (3/8/2021), Bendahara Negara itu mengungkapkan, bahwa jumlah investor di Indonesia masih sangat sedikit.

Dia mencatat, hingga saat ini ada 23.337 investor yang berinvestasi pada SBN ritel seri SBR010.

Sementara, sebanyak 9.068 atau 38,9 persen di antaranya adalah investor baru.

“Tadi saya sebutkan ada 9.068 investor baru dan nampaknya besar, namun kalau dibandingkan dengan penduduk Indonesia, para pekerja, ini tentunya angka yang masih kecil. Artinya, kita masih punya kesempatan untuk mendorong literasi keuangan dan pendalaman pasar untuk terus memperluas basis investor kita,” papar Sri Mulyani.

Adapun, indeks inklusi keuangan di Indonesia adalah sebesar 76,19 persen. Sri Mulyani mengatakan indeks inklusi keuangan ingin ditingkatkan ke 90 persen pada 2024.

Meski hanya memiliki waktu yang sedikit, Ani sapaan akrab Sri Mulyani menyebutkan, angka tersebut perlu ditingkatkan dengan mendorong literasi keuangan, agar masyarakat bisa menentukan dan menjaga aset yang dimiliki.

Dia mengatakan, literasi keuangan dapat membantu masyarakat agar tidak mudah tertipu oleh instrumen-instrumen yang kelihatannya sangat menarik dan meyakinkan, namun sebetulnya berbahaya.

“Tentu otoritas seperti Otoritas Jasa Keuangan akan melakukan langkah-langkah untuk menertibkan, namun jumlah orang yang ingin mengincar dana Anda itu sangat banyak. Mereka terus muncul, kreatif, dan ada di sekitar anda. Jadi harus hati-hati,” pesan Sri Mulyani.