ZINC Raih Penjualan Senilai Rp499,9 Miliar di Semester I-2021

foto : istimewa

Pasardana.id - PT Kapuas Prima Coal Tbk (IDX: ZINC), emiten produsen base metal di Indonesia, berhasil mencatatkan kinerja yang positif di Semester I-2021 yang didorong oleh tren penguatan harga komoditas yang terus berlanjut.

Melansir keterangan pers, Minggu (29/8), disebutkan bahwa Perseroan mencatatkan penjualan sebesar Rp499,9 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 65,9% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp301,4 miliar.

Sementara dari sisi laba bersih Perseroan hingga Juni 2021 melesat mencapai Rp89,5 miliar atau tumbuh 118,8% dari periode yang sama di tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp40,9 miliar.

“Kami bersyukur dapat melanjutkan kinerja yang baik di Semester I2021 ini. Pencapaian ini tidak lepas dari adanya peningkatan harga komoditas dan peningkatan permintaan untuk komoditas bijih besi, serta logam dasar terutama untuk konsentrat timbal dan seng dari berbagai negara. Selain itu, pencapaian ini juga didukung dari hasil peningkatan kapasitas dan kualitas produksi yang terus dilakukan oleh Perseroan untuk mencapai target kinerja di tahun ini,” ungkap Evelyne Kioe selaku Direktur ZINC.

Hingga Juni 2021, kontribusi terbesar penjualan Perseroan berasal dari konsentrat seng yaitu mencapai Rp230,4 miliar, meningkat 57,7% dari periode yang sama di tahun 2020 sebesar Rp146,0 miliar.

Kemudian disusul oleh penjualan komoditas perak yang tercatat sebesar Rp92,5 miliar, dan konsentrat timbal sebesar Rp85,9 miliar.

Sementara itu, selama Semester I-2021, Perseroan memperoleh tambahan penjualan dari konsentrat besi sebesar Rp68,4 miliar, sedangkan penjualan komoditas bijih besi ZINC tercatat mengalami peningkatan sebesar 205,8% atau mencapai Rp22,6 miliar.

Di sisi lain, Evelyne menambahkan bahwa saat ini Perseroan terus melanjutkan peningkatan produksi serta penambangan untuk mencapai target kinerja di akhir tahun 2021.

Sebagai informasi, ZINC menetapkan target penjualan untuk akhir tahun 2021 bisa mencapai Rp1,2 - Rp1,5 triliun.

Seiring dengan upaya meningkatkan produksi, Perseroan juga terus menambah jumlah alat berat serta mengembangkan infrastruktur untuk penambangan bawah tanah.

“Karena kami melakukan penambangan di bawah tanah, kami akan terus memperluas dan memperpanjang jaringan bawah tanah untuk mendapatkan ore deposit yang ditargetkan. Sejalan dengan langkah-langkah yang dijalankan tersebut, kami optimis dapat mempertahankan kinerja positif di akhir tahun ini,” tutup Evelyne.