Kinerja Tumbuh, BJBR Ditaksir Tembus 1.900

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Efek bersifat ekuitas PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (IDX: BJBR) patut dicermati pada saat dampak dari taper tantrum The Fed mulai bergema.

Pasalnnya, BJBR berhasil membukukan pertumbuhan kinerja positif sepanjang semester I-2021.

Head of Equity Trading MNC Sekuritas, Medan Frankie Wijoyo Prasetio meyakini, masih ada ruang untuk pertumbuhan kinerja BJBR pada sisa tahun ini.

Selain itu, BJBR juga memiliki likuiditas yang berlimpah yang tercermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) di level 87 persen.

Pada tahun ini, pendapatan bunga bersih BJBR ditaksir akan mencapai sebesar Rp 7,72 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 2,16 triliun. 

“Jadi, saham BJBR cukup baik jika dikoleksi untuk tujuan investasi, karena dari kinerjanya yang sangat baik, dan masih mampu out perform di tengah tahun-tahun pandemi ini. Apalagi harganya sedang koreksi setelah dividen yang ditebar pada April kemarin,” imbuh Frankie kepada media, Minggu (29/8/2021).

Frankie pun merekomendasikan untuk beli saham BJBR dengan target harga Rp 1.600 per saham.

Senada dengan itu, Pengamat Ekonomi Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet juga menilai, fundamental BJBR cukup baik. Mengingat, bank tersebut ditopang kredit payroll atau sistem pembayaran gaji yang kuat.

"Laporan semester I juga menunjukkan kinerja perusahaan juga cukup baik dengan berhasil menjaga NPL di bawah 1,6 persen, bahkan pada tahun 2020 ketika pandemi terjadi, BJBR berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih hingga 8%," kata Yusuf kepada wartawan.

Ditambahkan, dengan fundamental yang kuat, BJBR masih memiliki prospek yang baik.

"Tantangannya mungkin lebih kepada para investor yang saat ini yang juga tertarik pada saham bank digital," ujarnya.

Senada, Analis Senior CSA Research Institute, Reza Priyambada menyebutkan, bahwa pada periode semester I 2021, kredit KPR bank BJBR tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 12,5 persen secara tahunan menjadi Rp 7,2 triliun, dari sebelumnya berada di angka Rp 6,4 triliun pada semester I 2020.

"Kinerja BJBR didukung dengan permintaan kredit dari masyarakat yang positif. Itu baru dari pertumbuhan KPR, belum dari penyaluran kredit untuk usaha dan lainnya sehingga memberikan tambahan kinerja pada BJBR," ujar Reza.

Menurutnya, dengan masuknya BJBR ke dalam era digitalisasi dapat menambah persaingan di industri perbankan.

"Dari persaingan yang sehat, di mana nantinya masyarakat yang akan merasakan manfaatnya," katanya.

Lebih lanjut disampaikan, harga BJBR pun saat ini masih cukup menarik di level saat ini Rp 1250.

Ia pun berharap, dengan adanya digitalisasi ini dapat menarik masyarakat sehingga sebaran nasabah BJBR pun kian bertambah yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja BJBR.