ANALIS MARKET (03/8/2021) : IHSG Berpotensi Melemah

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, diperdagangan kemarin (02/8), IHSG ditutup naik 26.50 poin (+0.44%) ke level 6096.54 setelah bergerak cenderung flat dekat zona negatif selama jam perdagangan. Saham TLKM, UNVR, BRPT, CPIN dan ASII berhasil menopang IHSG untuk kuat dizona positif disaat saham ARTO, TOWR dan TPIA menekan. Data ekonomi yang rilis diawal pekan dan awal bulan bervariasi dimana terjadi kontraksi yang cukup dalam pada indeks kinerja manufaktur Indonesia dan tingkat inflasi yang alami peningkatan secara tahunan untuk bulan Juli 2021. Indeks PMI manufaktur turun kelevel 40.1 dari 53.5 dari periode sebelumnya dan tingkat inflasi naik 1.52% dari 1.33% dari periode sebelumnya. Dampak dari PPKM Darurat dibulan lalu terlihat pada akitifitas kinerja sektor manufaktur namun masih dapat membuat tingkat inflasi tahunan bertumbuh.

Di sisi lain, mayoritas bursa AS terkoreksi dengan indeks Dow Jones (-0.28%), S&P500 (-0.18%) terkoreksi tipis setelah imbal hasil obligasi Treasury melanjutkan penurunan menyusul pertumbuhan manufaktur AS yang lebih lemah dari perkiraan. Adapun PMI Manufaktur AS bulan Juli berada di level 59.5, lebih rendah dari periode sebelumnya 60.6. Selain itu investor mempertimbangkan dampak dari imbal hasil Treasury 10 tahun yang mencapai level 1,15 % membawa kekhawatiran pasar tentangpertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, Bursa Asia berpotensi tertekan diperdagangan hari ini, Selasa (03/8), setelah ekuitas AS berbalik terkoreksi pada perdagangan semalam. Indeks Nikkei (-0.74%) dan TOPIX (-0.69%). Imbal hasil Treasury jatuh dan harga minyak turun di tengah kekhawatiran pemulihan ekonomi dari pandemi kehilangan momentum akibat gelombang lanjutan covid-19.

Dari komoditas, harga minyak jatuh paling dalam dalam dua minggu karena virus merusak prospek konsumsi, termasuk di China di mana laporan ekonomi juga menunjukkan perlambatan dari ekspansi puncak pada indeks PMI Manufaktur. Indeks Futures jatuh di Jepang dan Australia dan sedikit berubah di Hong Kong. Harga CPO turun signifikan sebesar 5.77% dan Komoditas energy mayoritas alami pelemahan dengan Minyak mentah turun 3.64% dan batu bara turun 0.21%.

“Secara sentiment, IHSG berpotensi melemah mengiringi potensi pelemahan indeks saham regional dan global serta perpanjangan PPKM level 4 hingga 9 Agustus 2021,” beber analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Selasa (03/8/2021).