INOV Tegaskan Komitmen Realisasi Target Recycle Rate Tumbuh Hingga 50 Persen

foto : dok. INOV

Pasardana.id - PT Inocycle Technology Group Tbk (IDX: INOV), emiten yang bergerak di bidang daur ulang sampah botol plastik (PET) menjadi Recycled Polyester Staple Fiber (RePSF), yang merupakan inti dari beragam bahan baku industri mulai dari otomotif, konstruksi, pertanian, infrastruktur, pakaian & peralatan rumah tangga, bersama anak usaha yaitu PT Plasticpay teknologi Daurulang (Plasticpay) terus mendukung penerapan konsep circular economy dalam rangka meningkatkan recycle rate di Indonesia yang saat ini masih sangat rendah yaitu di bawah 10%.

Perseroan berkomitmen untuk mendukung dan merealisasikan target recycle rate dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dapat tumbuh hingga 50%.

“Saat ini kendala terbesar industri daur ulang di Indonesia adalah kita kekurangan pasokan bahan baku, sehingga ada importir plastik dari negara lain. Padahal, Indonesia sudah dinilai sebagai negara penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia, dengan memproduksi lebih dari 60 juta ton sampah plastik per tahun, namun tidak terkelola dengan baik. Oleh sebab itu, melalui Plasticpay kami menciptakan Reverse Vending Machine (RVM) yang merupakan mesin pengumpulan sampah plastik berbasis aplikasi. Melalui mesin ini setiap sampah plastik yang dimasukan oleh masyarakat akan mendapatkan reward berupa Plasticpay Point yang dapat ditukarkan menjadi uang elektronik melalui aplikasi Plasticpay,” ungkap Suhendra Setiadi, selaku Direktur INOV dalam keterangan pers, Senin (16/8).  

Dijelaskan, setiap sampah plastik yang dikumpulkan oleh Plasticpay akan diolah menjadi RePSF oleh INOV menjadi bahan dasar seperti Flakes, Polyester Stable Fiber, dan Felt yang dapat digunakan sebagai bahan baku untuk berbagai jenis industri.

Dari bahan dasar yang dihasilkan oleh INOV, selanjutnya akan diproduksi kembali menjadi produk-produk bermanfaat untuk dikembalikan kepada masyarakat sehingga tercipta sebuah ekosistem 3600 yang dapat di skala dan terukur.

“Kami berharap, dengan adanya Plasticpay dapat menjaga dan menambah pasokan bahan baku yang akan diproduksi oleh INOV. Dimana hingga Semester I-2021 ini Plasticpay telah mengumpulkan lebih dari 13,2 ton sampah botol plastik yang berasal dari 140 titik Mini Collection Point (MCP) yang sudah terpasang di area kota Tangerang dan Jabodetabek. Saat ini sudah ada sebanyak 276 MCP yang siap untuk dipasang, sehingga diharapkan dengan jangkauan yang lebih luas dan jumlah MCP yang terus bertambah, Plasticpay dapat terus memberikan kontribusi yang positif bagi produksi INOV ke depan,” tambah Suhendra.

Di sisi lain, dalam rangka mengamankan pasokan bahan baku yang berasal dari luar pulau Jawa, INOV juga telah melakukan ekspansi dengan membangun pabrik Re-PSF dan Washing Facility di dua pulau yaitu Sumatra dan Sulawesi. Hal ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pasar dan produksi INOV yang sebelumnya hanya terbatas di pulau Jawa.

“Dalam rangka menangkap peluang pasar dan memperluas supply chain, kami telah membangun fasilitas pencucian botol plastik (Washing Facility) di Deli Serdang, Sumatera Utara. Selain itu, di tahun ini kami kembali menambah dua pabrik baru di Pulau Sulawesi tepatnya di Kabupaten Gowa dan Takalar. Saat ini salah satu pabrik di Gowa yaitu pabrik pencucian botol plastik sudah mulai beroperasi dengan kapasitas mencapai 500 ton per bulan. Diharapkan dengan langkahlangkah ini pengelolaan sampah plastik di Indonesia dapat semakin membaik dan target peningkatan recycle rate di Indonesia juga dapat tercapai,” tutup Suhendra.