Rugi Tembus USD328,8 Juta, Kelangsungan Usaha GMFI Meragukan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Laporan keuangan tahun 2020 PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (IDX: GMFI) mendapat opini tidak menyatakan pendapat atau disclaimer.

Bahkan, Akuntan Publik Daniel Kohar dari Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan menyebut adanya ketidakpastian material yang dapat menimbulkan keraguan signifikan tentang kemampuan GMFI untuk mempertahankan kelangsungan usahanya.

Auditor itu berpendapat demikian, karena GMFI mengalami kerugian sebesar USD 328,8 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

Parahnya lagi, per tanggal 31 Desember 2020, liabilitas jangka pendek anak usaha Garuda Indonesia itu melebihi aset lancarnya, yang sejumlah USD171 juta.

“Sehingga GMFI mengalami defisiensi ekuitas sebesar AS$ 214 juta,” tulis Daniel dalam laporan audit laporan keuangan tahun 2020 GMFI yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/7/2021).

Ia menekankan pada adanya pembatasan perjalanan akibat pandemi Covid-19 berdampak buruk terhadap industri penerbangan komersial, yang merupakan pelanggan-pelanggan utama GMFI.

Hal ini berdampak buruk terhadap likuiditas sehingga secara langsung berpengaruh pada kemampuan Grup dalam memenuhi kewajiban keuangannya kepada para pemberi pinjaman.

Walau dalam catatan laporan keuangan GMFI dijelaskan, bahwa perseroan sedang dalam proses, untuk mengambil langkah-langkah yang dibutuhkan untuk dapat melaksanakan rencana manajemen, namun keterlaksanaan dan efektivitas rencana GMFI dalam memperbaiki kondisi keuangan akan tergantung pada persetujuan kreditur, relaksasi pembayaran utang, kemudian pemberi pinjaman akan memperpanjang fasilitas kreditnya kepada GMFI yang akan berakhir di tahun 2021.

Syarat berikutnya, GMFI dapat memperoleh pelanggan baru baik perusahaan penerbangan maupun pelanggan non-aviasi, khususnya industri pertahanan; dan pelanggan pihak berelasi akan membayar utangnya kepada GMFI sesuai dengan komitmen pembayarannya. 

Hanya saja, Daniel tidak menemukan bukti audit yang cukup dan tepat untuk mendukung asumsi bahwa rencana tersebut dapat dicapai dalam jangka waktu yang diperlukan, untuk memberikan basis bagi dia untuk memberikan opini audit.