Pangkas Beban Bunga, BBTN Raih Laba Rp920 Miliar

Foto : Direktur Utama BBTN, Haru Koesmahargyo (dok. BBTN)

Pasardana.id - PT Bank Tabungan Negara Tbk (IDX: BBTN) pada akhir kuartal II tahun 2021 mencatatkan laba bersih sebesar Rp920 miliar, atau tumbuh di level 19,87 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp768 miliar.

Direktur Utama BBTN, Haru Koesmahargyo mengatakan, perbaikan proses bisnis yang dilakukan juga turut menopang perolehan laba bersih perseroan.

“BBTN telah menggelar beragam strategi mulai dari efisiensi, digitalisasi, perampingan outlet, hingga meningkatkan fee based income melalui transaksi non-kredit,” kata dia dalam paparan media, Rabu (28/7/2021).

Ia menjelaskan, BBTN mencatatkan peningkatan pendapatan bunga sebesar 1,39 persen secara tahunan. Menariknya,  beban bunga juga berhasil ditekan turun sebesar 13,63 persen secara tahunan.

“Sehingga pendapatan bunga bersih BBTN melonjak di level 28,18 persen secara tahunan,” kata dia.

Sementara itu, lanjut dia, BBTN mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar 5,59 persen secara tahunan dari Rp251,83 triliun menjadi Rp265,9 triliun.

Pertumbuhan tersebut tercatat berada jauh di atas rata-rata industri perbankan nasional.

Data Bank Indonesia merekam, pertumbuhan kredit industri perbankan nasional hanya tumbuh sebesar 0,45 persen secara tahunan per Juni 2021.

Ia merinci, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi masih menjadi motor utama penggerak penyaluran kredit BBTN dengan kenaikan sebesar 11,17 persen secara tahunan menjadi Rp126,29 triliun per kuartal II/2021.

KPR Non-subsidi juga tumbuh perlahan di level 0,9 persen secara tahunan menjadi Rp80,59 triliun. Kredit konsumer non-perumahan juga tercatat meningkat di level 17,47 persen secara tahunan menjadi Rp5,43 triliun pada kuartal II/2021.

Di sisi lain, kinerja penyaluran kredit BBTN yang tetap kokoh bertumbuh di tengah tekanan pandemi, juga diiringi perbaikan pada kualitasnya. Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) gross BBTN terekam terus membaik sebesar 61 bps ke level 4,10 persen di kuartal II/2021 dari 4,71 persen di periode yang sama tahun lalu.

Penurunan NPL tersebut juga disertai peningkatan pencadangan sebesar 1.282 bps dari 107,90 persen pada kuartal II/2020 menjadi 120,72 persen di kuartal II/2021.

Di samping itu, BBTN juga sukses menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 31,84 persen secara tahunan menjadi Rp298,38 triliun pada kuartal II/2021 dari Rp226,32 triliun di periode yang sama tahun lalu.