Indeks Kospi Berakhir Datar

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, berakhir datar pada Jumat (2/7/2021). Angka indeks hanya bergerak turun 0,28 poin menjadi 3.281,78.

Volume perdagangan moderat mencapai 1 miliar saham senilai 15,2 triliun won atau sekitar US$13,4 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 442 berbanding 378.

Angka indeks sempat mengalami peningkatan di awal perdagangan mengikuti pergerakan saham di Wall Street. Namun indeks Kospi kemudian terus melemah hingga berakhir datar seiring mencuatnya kekhawatiran penyebaran virus Corona (COVID-19).

Jumlah kasus baru COVID-19 di Korea Selatan mencapai 826 kasus hari ini, jumlah kasus baru harian tertinggi dalam enam bulan terakhir.

Perdana Menteri Korea Selatan Kim Boo-Kyum memperingatkan bahwa pemerintah Korea Selatan berpeluang untuk mengetatkan aturan pembatasan sosial jika diperlukan.

“Peningkatan kasus COVID-19 memiliki pengaruh negatif terhadap harga saham karena dapat berpengaruh terhadap pendapatan para emiten,” jelas Huh Jae-Hwan, analis Eugene Investment & Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing dan institusi masing-masing melepas saham senilai 130 miliar won dan 228 miliar won, sedangkan investor ritel meraup saham senilai 357 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing turun 0,12 persen dan 1,61 persen. Saham perusahaan operator portal internet Naver melemah 0,24 persen, sedangkan saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics tidak mengalami perubahan dari sesi sebelumnya.

Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor merosot 1,24 persen, saham perusahaan kimia LG Chem sebaliknya naik 0,47 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar Amerika Serikat, turun 1,9 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.135 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,7 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 43 poin, atau sekitar 0,59 persen, menjadi 7.308,60. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Malaysia dan Thailand melemah, sedangkan Bursa Singapura, Indonesia, Vietnam, dan Filipina menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, anjlok 70,02 poin, atau sekitar 1,95 persen, menjadi 3.518,76 setelah Presiden Tiongkok Xi Jinping menyatakan Tiongkok tidak akan tunduk kepada keinginan negara lain. Pernyataan tersebut menimbulkan kekhawatiran peningkatan tensi dengan Amerika Serikat. 

Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong juga melemah secara signifikan, anjlok 517,53 poin, atau sekitar 1,80 persen, menjadi 28.310,42.