Pelaku UKM Raih Dana Rp273 Miliar Dari Wahana Urun Dana Digital

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan, sebanyak 151 Pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) telah memanfaatkan layanan Urun Dana Digital atau Securities Crowdfunding (SCF) dengan raihan dana sebesar Rp273,47 miliar.

Kepala Ekskutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen mengatakan, terdapat kenaikan dari sisi penerbit atau pelaku UKM yang memanfaakan Urun Dana Digital ini, yakni sebesar 17 persen sepanjang tahun ini.

“Dari 129 pada akhir tahun lalu, menjadi 151 UKM di akhir Mei 2021,” kata dia dalam sosialisai SCF secara daring, Selasa (08/6/2021).

Ia menambahkan, selain dari sisi penerbit, jumlah dana yang diraup pelaku UKM di pasar modal juga meningkat 43 persen dari Rp 191 miliar pada akhir tahun 2020, menjadi Rp 273 miliar akhir Mei 2021.

Selain itu, dia juga menyebut, jumlah wahana digital urun dana atau SCF juga bertambah dari 4 wahana menjadi 5 wahana urun dana digital berizin.

“Jumlah pemodal atau investor juga meningkat 45 persen sepanjang tahun ini. Dari 22.341 pemodal menjadi 32.300 pemodal,” kata dia.

Lebih lanjut dia menjelaskan, peningkatan tersebut tak lepas dari perubahan peraturan Layanan Urun Dana Digital yang telah diperbaharui.

“Pada awalnya kita keluarkan POJK Urun Dana tahun 2019, penerbit hanya menerbitkan efek bersifat ekuitas dan penerbitnya hanya berbadan hukum Perseroan Terbatas,” kata dia.

Namun seiring dengan waktu, kata dia, OJK melihat ada yang perlu dibenahi untuk menyesuaikan karakteristik pelaku UKM. Sehingga di akhir tahun 2020, pihaknya mengubah Peraturan OJK guna mengakomodasi kebutuhan UKM.

Sekarang, badan hukum koperasi, CV, Firma, NV, dan persekutuan dapat menerbitkan efek.

“UKM itu tadinya hanya menerbitkan efek bersifat ekuitas, sekarang sudah bisa efek bersifat utang. Konvesional maupun Sukuk. Nah, setelah diubah ada peningkatan,” kata dia.

Ia berharap, dengan perubahan ini, pelaku UKM dapat memanfaatkan layanan urun dana digital yang memiliki potensi tergolong besar.

“Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2018, terdapat 64 juta UKM dan pelaku UKM telah menyerap 90 persen tenaga kerja Indonesia serta menyumbang 30 persen terhadap PDB,” papar dia.