Wall Street “Mixed”, Indeks Komposit Nasdaq Rekor

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street berakhir mixed pada Rabu (23/6/2021) dengan indeks komposit Nasdaq berakhir di angka rekor berkat lonjakan saham perusahaan manufaktur mobil elektrik Tesla.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, turun 71,34 poin, atau sekitar 0,21 persen, menjadi 33.874,24. Indeks S&P 500 melemah 4,60 poin, atau sekitar 0,11 persen, menjadi 4.241,84. Indeks komposit Nasdaq meningkat 18,46 poin, atau sekitar 0,13 persen, menjadi 14.271,73.

Delapan dari 11 sektor utama indeks S&P 500 berakhir di teritori negatif, dengan indeks sektor utilitas dan material masing-masing merosot 1 persen dan 0,6 persen.

Indeks komposit Nasdaq terdongkrak lonjakan saham Tesla sebesar 5,3 persen setelah perusahaan tersebut mengumumkan pembukaan stasiun pengisian kendaraan listrik tenaga matahari di ibukota Nepal, Lhasa. Stasiun tersebut merupakan stasiun pengisian kendaraan listrik pertama milik Tesla di Tiongkok.

Sementara itu, laporan yang dirilis IHS Markit pada Rabu menyebutkan bahwa indeks manajer pembelian manufaktur AS meningkat ke angka 62,6 bulan ini, melampaui estimasi 61,5.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Juli 2021 naik 0,3 persen menjadi US$1.783,20 per ons. Indeks dolar AS naik 0,06 persen menjadi 91,798.

Bursa saham Eropa melemah pada Rabu, dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 0,7 persen, dipicu kekhawatiran inflasi.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 15,96 poin, atau sekitar 0,22 persen, menjadi 7.074,06. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, merosot 179,94 poin, atau sekitar 1,15 persen, menjadi 15.456,39.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melorot 99,20 poin, atau sekitar 1,10 persen, menjadi 8.954,10. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, melemah 60,43 poin, atau sekitar 0,91 persen, menjadi 6.551,07.

Nilai tukar pound sterling melemah 0,3 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3979 per pound. Terhadap euro, nilai tukar pound menguat 0,3 persen menjadi 1,1716 euro per pound.