ANALIS MARKET (21/6/2021) : Pergerakan IHSG Diproyeksi Berada Di Zona Merah

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan akhir pekan lalu, IHSG (-1.01%) turun ke level 6007.12. Secara sektoral, pelemahan IHSG ini dipicu oleh penurunan saham-saham sektor IDXBASIC (-2.28%) dan IDXENERGY(-2.12%). Adapun saham yang menjadi pemberat pergerakan IHSG adalah BBCA (-0.08%), BBRI (-2.98%), ASII (-1.96%) dan UNVR (-3.45%). Secara sentimen pelemahan IHSG di akhir pekan lalu akibat kekhawatiran tentang prospek ekonomi di tengah kembali tingginya kasus virus covid-19 dan pelemahan nilai tukar rupiah. Sejalan dengan pelemahan indeks, investor asing juga terpantau melakukan aksi jual bersih sebesar IDR 193.77 miliar dengan saham-saham yang paling banyak di jual antara lain BBRI, MDKA, dan INDF.

Di sisi lain, Bursa Asia menutup pekan dengan bervariasi dimana penguatan terjadi pada Indeks HangSeng (+0.85%) dan CSI300 (+0.01%) sedangkan pelemahan terjadi pada indeks Nikkei (-0.19%) dan TOPIX (-0.87%). Pelemahan bursa Asia mengiringi pelemahan indeks sahamberjangka AS.

Sedangkan mayoritas bursa AS di tutup turun cukup signifikan dengan Dow Jones (-1.58%), S&P500 (-1.31%) dan NASDAQ (-0.92%) karena pasar terus menyesuaikan diri dengan Federal Reserve yang lebih hawkish. Komentar pembuat kebijakan terbaru pada hari Jumat memperkuat tingkat kesulitan dalam perdagangan. Berbicara di CNBC pada hari Jumat pagi, Presiden Fed St. Louis, Jim Bullard mengakui bahwa bank sentral terkejut tentang pemulihan cepat inflasi dan sebagai hasilnya, kebijakan itu akan menjadi lebih ketat. Dia mengatakan bahwa dia bisa melihat kenaikan suku bunga segera tahun depan, atau mengurangi ukuran pembelian obligasi bulanan The Fed, telah dimulai.

Sementara itu, pada perdagangan awal pekan, Senin (21/6), Indeks Nikkei (-2.91%) dan TOPIX (-2.37%) dibuka turun mengiringi pelemahan yang terjadi di bursa AS setelah poros hawkish oleh Federal Reserve. Imbal hasil 10-tahun turun menjadi 1,42% dan tingkat 30-tahun turun di bawah 2%. Imbal hasil jangka pendek melonjak setelah pejabat Fed James Bullard mengatakan risiko inflasi mungkin menjamin suku bunga yang lebih tinggi tahun depan, kenaikan lebih awal daripada yang ditulis oleh banyak rekannya.

Dari komoditas, harga minyak WTI (+0.47%) terpantau naik karena pembicaraan antara kekuatan dunia dan Iran berlarut-larut, berpotensi menunda kembalinya ekspor energi Iran. Sementara harga batu bara (-0.33%) dan timah (-1.56%) melemah.

“Secara sentiment, pergerakan IHSG di awal pekan diproyeksikan berada di zona merah di tengah peningkatan kasus covid-19, kekhawatiran taper tantrum dan juga penurunan harga komoditas,” sebut analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Senin (21/6/2021).