Wall Street Melemah Dipicu Kekhawatiran Peningkatan Suku Bunga The Fed

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street melemah pada Jumat (18/6/2021) dipicu kekhawatiran peningkatan suku bunga Federal Reserve Amerika Serikat.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, anjlok 534,22 poin, atau sekitar 1,58 persen, menjadi 33.289,23. Indeks S&P 500 merosot 56,07 poin, atau sekitar 1,33 persen, menjadi 4.165,79. Indeks komposit Nasdaq melemah 131,66 poin, atau sekitar 0,93 persen, menjadi 14.029,69.

Menurut James Bullard, Presiden St Louis Federal Reserve, ia dan tujuh pejabat The Fed lainnya melihat kemungkinan peningkatan suku bunga mulai tahun depan untuk menahan laju inflasi.

Pernyataan hawkish Bullard memicu lonjakan indeks volatilitas CBOE yang merupakan indikator tingkat kekhawatiran di Wall Street.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya Wall Street. Harga emas untuk pengiriman Juli 2021 naik 1 persen menjadi US$1.792,40 per ons.

Peningkatan harga emas berjangka terbatasi menguatnya nilai tukar dolar AS. Indeks dolar AS naik 0,37 persen menjadi 92,22.

Bursa saham Eropa berada dalam tekanan pada Jumat seiring melemahnya saham sektor pertambangan. Indeks STOXX 600 Eropa berakhir datar.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 135,96 poin, atau sekitar 1,90 persen, menjadi 7.017,47. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melemah 279,63 poin, atau sekitar 1,78 persen, menjadi 15.448,04.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, merosot 165,30 poin, atau sekitar 1,80 persen, menjadi 9.030,60. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, melorot 97,10 poin, atau sekitar 1,46 persen, menjadi 6.569,16.

Nilai tukar pound sterling melemah 0,3 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3816 per pound. Terhadap euro, nilai tukar pound melemah 0,4 persen menjadi 1,1648 euro per pound.