Kuartal I 2021, INDY Masih Rugi USD9,4 Juta

foto : istimewa

Pasardana.id - PT Indika Energy Tbk (IDX: INDY) membukukan rugi yang diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk sebesar USD 9,4 juta dalam tiga bulan pertama tahun 2021, atau menyusut dibandingkan rugi bersih sebesar USD 21 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Melansir keterangan resmi emiten energi ini, Senin (3/5/2021) bahwa penyusutan kerugian itu lebih didorong oleh membaiknya harga batu bara di sepanjang kuartal I tahun 2021.

Rincinya, meningkatkan harga jual batu bara rata-rata anak usaha perseroan, Kideco sebesar 5,1 persen dari USD43 menjadi USD45,2 per ton pada kuartal I 2021.

Apalagi, Kideco juga mencatat peningkatan volume penjualan batu bara sebesar 4,9 persen dari 8,8 juta ton menjadi 9,2 juta ton pada kuartal 2021.

Jelasnya, sebanyak 66 persen dipasok kepada pasar ekspor dan 34 persen dialokasikan untuk pasar domestik.

Sayangnya, tekanan akibat pandemi COVID-19 yang masih berkelanjutan mengakibatkan beberapa anak perusahaan mencatat penurunan Pendapatan.

Sehingga pendapatan perseroan turun 9,2 persen menjadi USD 582,2 juta pada kuartal 1 2021.

Akan tetapi berkat upaya penurunan biaya di semua lini dan peningkatan kinerja Kideco yang signifikan, Perseroan berhasil mencatat Laba Kotor Perseroan sebesar USD 120,9 juta, dengan marjin Laba Kotor yang  meningkat dari 16,4 persen menjadi 20,8 persen.

Sementara itu, Laba Usaha naik sebesar 23,5 persen dari USD 68,7 juta menjadi USD 84,9 juta, sementara marjin Laba Usaha juga meningkat dari 10,7 persen menjadi 14,8 persen di kuartal 2021.

Pada sisi lain, biaya modal (capital expenditure)  yang telah di gelontorkan selama tiga bulan pertama tahun ini sebesar USD10,6 juta.

Rinciannya, USD7,9 juta diantaranya digunakan untuk pemeliharaan dan penggantian alat berat di Petrosea dan sebanyak USD 1,5 juta untuk pemeliharaan armada Mitrabahtera Segara Sejati (MBSS).