PSSI Raih Laba USD2,5 Juta Pada Kuartal I 2021

foto : istimewa

Pasardana.id - PT Pelita Samudera Shipping Tbk (IDX: PSSI) membukukan Laba Bersih tahun berjalan sebesar USD2,5 juta dalam tiga bulan pertama 2021, atau naik sebesar 54 persen dibanding kuartal I 2020 yang tercatat senilai USD1,6 juta.

Menurut Direktur Utama PSSI, Iriawan “Alex” Ibarat bahwa perseroan terus mengambil langkah-langkah strategis guna memanfaatkan kondisi pasar global yang perlahan mulai pulih. Selain fokus untuk diversifikasi komoditas angkut multi kargo.

“Perseroan juga memaksimalkan belanja modal untuk ekspansi armada dengan pembelian 2-unit Tugboat di kuartal I dan memaksimalkan utilisasi aset yang dimiliki,’’ jelas dia dalam siaran pers, Senin (24/5/2021).

Alex melanjutkan, produksi volume nikel di kuartal I (YoY) menunjukkan tren positif dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 19 persen, diprediksi tumbuh signifikan sebesar 29 persen di 2021.

Pertumbuhan ini akan berkontribusi positif pada permintaan pengangkutan untuk Kapal Tunda  dan Tongkang dan MV.

“Kami optimis, momentum yang baik di kuartal 1 akan berlanjut di kuartal kedua dan sepanjang 2021. Dengan diversifikasi bisnis, optimalisasi aset dan ekspansi armada sebagai salah satu strategi berkelanjutan, kami menargetkan pertumbuhan Pendapatan di 2021 meningkat sekitar 15 – 20 persen dari 2020,” harap Alex.

Padahal, emiten penyedia logistik dan solusi transportasi laut terintegrasi pengangkutan batubara dan mineral Pendapatan Usaha meningkat 6 persen menjadi USD20,5 juta dari USD19,3 juta.

Meski belum pulihnya perekonomian dengan tantangan pandemi, namun harga batubara yang stabil tinggi sejak akhir 2020, berkontribusi positif pada peningkatan utilisasi aset di semua segmen usaha. 

Ia merinci, Kapal Tunda & Tongkang (T&B) mencapai utilisasi di 92,8 persen menyumbang Pendapatan Usaha tertinggi sebesar USD8,7 juta, diikuti Kapal Curah Besar (MV) yang mencapai utilisasi di 100 persen, dan Fasilitas Muatan Apung (FLF) di 64,7 persen, masing-masing menyumbang Pendapatan Usaha sebesar USD5,9 juta.

Sedangkan, beban Pokok Pendapatan hanya mengalami kenaikan sebesar 4 persen  menjadi USD15,5 juta dari USD14,9 juta, kontribusi dari kenaikan biaya perbaikan kapal dan biaya sewa, namun diiringi penurunan biaya bahan bakar, sehingga Perseroan membukukan marjin laba bruto yang lebih tinggi sebesar 24,5 persen dibandingkan kuartal I/2020 sebesar 22,7 persen 

Adapun segmen T&B memperluas diversifikasi bisnis pengangkutan komoditas nikel selain batubara, menyumbang kontribusi terbesar pada Pendapatan Sewa Berjangka (Time Charter Revenue) yang mengalami kenaikan signifikan sebesar 98 persen menjadi USD5,7 juta dari USD2,9 juta.

Diikuti segmen MV yang telah merambah jangkauan pasar yang lebih luas di pasar internasional dengan tarif angkutan rata-rata lebih tinggi dari pasar domestik dan peningkatan pengangkutan multi kargo seperti semen, baja, produk besi, gula disamping batubara.