Wall Street Melemah Dipicu Kekhawatiran Inflasi

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street melemah pada Senin (17/5/2021) seiring kian mencuatnya kekhawatiran inflasi.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, turun 54,34 poin, atau sekitar 0,16 persen, menjadi 34.327,79. Indeks S&P 500 melemah 10,56 poin, atau sekitar 0,25 persen, menjadi 4.163,29. Indeks komposit Nasdaq merosot 50,93 poin, atau sekitar 0,38 persen, menjadi 13.379,05.

Pertumbuhan ekonomi AS yang pesat dapat memicu inflasi tinggi yang akan direspon bank sentral Negeri Paman Sam dengan pengetatan kebijakan moneter.

Enam dari 11 sektor utama indeks S&P 500 berakhir di teritori negatif, dengan indeks sektor teknologi anjlok 1,3 persen. Saham Apple dan Microsoft masing-masing melorot 1 persen.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Juni 2021 naik 1,6 persen menjadi US$1.867,60 per ons. Indeks dolar AS turun 0,13 persen 90,203.

Bursa saham Eropa berada dalam tekanan pada Senin, dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 0,05 persen, seiring melemahnya saham sektor perjalanan dan hiburan.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 10,76 poin, atau sekitar 0,15 persen, menjadi 7.032,85. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melemah 20,02 poin, atau sekitar 0,13 persen, menjadi 15.396,62.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, menanjak 10 poin, atau sekitar 0,11 persen, menjadi 9.155,60. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, melorot 17,79 poin, atau sekitar 0,28 persen, menjadi 6.367,35.

Nilai tukar pound sterling terhadap dolar AS berada di kisaran US$1,4097 per pound. Terhadap euro, nilai tukar pound menguat 0,06 persen menjadi 1,1615 euro per pound.