Rugi LPKR Kian Dalam Jadi Rp8,8 Triliun Pada Tahun 2020

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id -  PT Lippo Karawaci Tbk (IDX: LPKR) membukukan rugi bersih sebesar Rp8,891 triliun pada akhir tahun 2020, atau memburuk dibandingkan tahun 2019 yang merugi sebesar Rp1,983 triliun.

Akibatnya, rugi per saham dasar terpuruk menjadi Rp125,85, dibandingkan akhir tahun 2019 yang juga mencatatkan rugi per saham dasar Rp43,84.

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan tahun 2020 telah audit emiten properti milik grup Lippo itu pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (11/5/2021).

Jelasnya, pendapatan bersih tercatat Rp11,81 triliun, atau menyusut 2,47 persen dibandingkan akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp12,17 triliun. Tapi beban pokok pendapatan menyusut 0,6 persen menjadi Rp7,67 triliun. Akibatnya, laba kotor turun 7,19 persen menjadi Rp4,13 triliun.

Sayangnya, di tahun 2020, perseroan membukukan penghapusan nilai persediaan senilai Rp3,24 triliun, atau membengkak dibandingkan tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp443 miliar.

Kinerja keuangan kembali tertekan dengan adanya rugi dari entitas asosiasi senilai Rp2,48 triliun, sedangkan tahun 2019, justru mencatatkan keuntungan dari entitas asosiasi sebesar Rp143,2 miliar.

Adapun pada sisi ekuitas tercatat Rp23,57 triliun, atau turun 32,35 persen dibandingkan akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp34,37 triliun. Sedangkan kewajiban membengkak 40 persen menjadi Rp28,29 triliun.

Hasilnya, aset terkumpulkan sebesar Rp51,86 triliun, atau turun 7,2 persen dibandingkan di akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp55,07 triliun.

Patut diperhatikan, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi mencapai Rp2,37 triliun, atau menyusut dibandingkan tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp4,53 triliun.