Laba ITMG Melonjak 191 Persen Pada Kuartal I 2021

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id PT Indo Tambangraya Megah Tbk (IDX: ITMG) meraih laba bersih sebesar USD 42 juta dalam tiga bulan pertama tahun 2021, atau melonjak 191 persen dibanding kuartal I 2020 yang tercatat sebesar USD 14 juta.

Sehingga laba bersih per saham dibukukan sebesar USD 0,04.

Direktur Utama ITMG, Mulianto menyampaikan, peningkatan kinerja itu didorong oleh program vaksinasi dan penerapan new normal di seluruh dunia, sehingg mendorong pemulihan konsumsi dan permintaan energi.

Pada akhirnya harga mulai berangsur pulih semenjak bulan Oktober tahun lalu dan mencapai puncaknya di level USD 96 per ton pada akhir bulan Maret tahun ini.

“Sepanjang triwulan pertama 2021, Perseroan mencatat perolehan rata-rata harga batu bara sebesar USD 68,1 per ton, naik 29 persen secara kuartal atau 16 persen,” kata dia, Selasa (11/5/2021).

Jelasnya, sepanjang triwulan pertama tahun 2021, perseroan telah menjual sebanyak 4,1 juta ton batu bara yang di ekspor ke negara Jepang (0,9 juta ton), China (0,8 juta ton), Bangladesh (0,4 juta ton), Thailand (0,4 juta ton), dan negara-negara lain di Asia Timur dan Tenggara, sedangkan penjualan domestik adalah sebanyak 0,6 juta ton.

Ia menambahkan, penjualan tercatat sebesar USD 284 juta pada triwulan pertama, sedangkan marjin laba kotor naik 12 persen dari triwulan pertama tahun lalu menjadi 30 persen pada triwulan pertama tahun ini

Sedangkan EBITDA tercatat sebesar USD 86 juta pada triwulan pertama 2021, atau naik 48 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.  

Menariknya, perseroan telah mendapatkan 67 persen kontrak penjualan. Sebanyak 27 persen harga jualnya telah ditetapkan, 39 persen lagi mengacu pada indeks harga batu bara sedangkan 2 persen lainnya belum ditentukan harga jualnya. Selebihnya 33 persen belum terjual.

Sampai dengan akhir Maret 2021, total aktiva ITMG bernilai USD 1.201 juta dengan total ekuitas USD 884 juta.

Perseroan memiliki posisi kas dan setara kas yang kuat sebesar USD 276 juta dengan posisi pinjaman jangka panjang dari bank sebesar USD 35,8 juta.

Untuk strategi di tahun 2021, Perseroan telah menetapkan “Empat Plus Sasaran Utama”.

Pertama adalah melindungi karyawan secara jasmani dan rohani dari ancaman COVID-19 dan terus mendukung masyarakat sekitar tambang dengan menyediakan bantuan kesehatan maupun logistik selama pandemi. Perseroan berencana ikut serta dalam program vaksinasi Gotong-Royong demi kebaikan seluruh karyawan.

Kedua, Perseroan akan terus mengoptimalisasi keuntungan dengan menetapkan target volume produksi sebesar 17,7 - 19,9 juta ton dengan nisbah kupas 9,7 kali dan target volume penjualan sebesar 20,7 - 22,9 juta ton. Baik angka target volume produksi dan volume penjualan dapat mengalami perubahan apabila disetujui oleh pemerintah.

Di samping itu, Perseroan juga akan menciptakan nilai sepanjang rantai batu bara, di antaranya mendapatkan batu bara pihak ketiga sebanyak 2,5 - 2,9 juta ton dan menambang 4,3 juta ton yang dilakukan oleh anak perusahaan sendiri.

Ketiga, Perseroan akan melanjutkan transformasi digital dengan target andalan mempercepat transisi pertumbuhan secara digital, dan rasionalisasi harga. Transformasi digital diharapkan dapat membangun platform yang sangat cepat dan memberikan layanan dengan nilai tambah. Di samping itu, transformasi digital diharapkan juga dapat membentuk sumber daya manusia dengan budaya digital, tidak rapuh dan berfokus pada Tata Kelola Perusahaan yang baik.

Keempat, Perseroan pada tahun ini juga akan mewujudkan inisiatif ESG (Environmental, Social, and Corporate Governance) dan meneguhkan Banpu Heart sebagai Nilai Inti Perusahaan. ESG adalah kecenderungan global yang tak bisa dihindari sedangan Banpu Heart dipercaya akan menggerakkan transformasi bisnis menuju “Perusahaan Indonesia di bidang energi yang berintikan inovasi, teknologi, inklusi dan keberlanjutan.”

Terakhir, Perseroan akan menjajaki transformasi bisnis baru di luar penambangan batu bara, yaitu mengembangkan kapasitas menuju tren energi masa depan, mengeksplorasi potensi investasi yang menangkap pertumbuhan tinggi dari tren energi baru, menggunakan sumber daya terbarukan di seluruh lokasi tambang yang ada dan ikut serta dalam tren hilirisasi batu bara yang di antaranya proyek uji coba Underground Coal Gasification.