ANALIS MARKET (10/5/2021) : Sentimen Eksternal Berpotensi Jadi Katalis Pergerakan Indeks Hari Ini

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, pasar global kompak bergerak menguat pada Jumat (7/5) lalu.

Dow naik 229,23 poin atau 0,66% menjadi 34.777,76. Kemudian S&P 500 juga naik 0,74% menjadi 4.232,60, begitupun Nasdaq yang naik 0,88% menjadi 13.752,24.

Dari Eropa, FTSE naik 0,76% atau 53,54 poin menjadi 7.129,71 dan Stoxx600 naik 0,89% atau 3,91 poin menjadi 444,93.

Adapun nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level Rp 14.285. Komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI pagi ini menguat sebesar 1,12%.

Sementara itu, diperdagangan hari ini, Senin (10/5), Nikkei 225 dibuka menguat 0,80% begitupun Kospi dibuka menguat 0,69%. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat, Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq futures menguat masing-masing 0,28%, 0,25%, dan dan 0,19%.

Lebih lanjut analis SAM juga menyoroti beragam sentiment yang layak dicermati para pelaku pasar, antara lain; 

1.Bank Indonesia (BI) kembali menegaskan, mata uang kripto (cryptocurrency) bukan merupakan alat pembayaran yang sah di Indonesia dan hanya rupiah satu-satunya yang diakui. Karena itu, bank sentral menilai, tidak ada urgensi untuk merevisi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang demi mengakomodasi penggunaan mata uang kripto seperti Bitcoin. Lagi pula, BI menyampaikan bahwa UU mata uang bukan wewenang dari BI, melainkan pemerintah dan DPR. 

2.New Delhi memperpanjang penguncian aktivitasnya selama seminggu lagi dan mengadopsi pembatasan yang lebih ketat untuk mengendalikan gelombang baru infeksi Covid-19. India pada hari Minggu menemukan 403.736 kasus virus baru, serta lebih dari 4.000 kematian akibat Covid-19. Di sisi lian pembatasan social di Australia juga diperpanjang selama seminggu lagi di Sydney dan sekitarnya setelah pejabat kesehatan mengatakan mereka tidak dapat mengidentifikasi bagaimana seorang pria di komunitas tersebut tertular Covid-19. Di AS, kasus baru turun ke level terendah sejak akhir September dan kematian di Inggris telah melambat dengan lebih dari sepertiga populasi orang dewasa divaksinasi. Sementara di Hong Kong, di mana suntikan mudah dilakukan, jutaan orang menolak untuk mendapatkan vaksinasi.

“Beragam kondisi tersebut diatas berpotensi jadi katalis pergerakan indeks hari ini,” sebut analis SAM dalam riset yang dirilis Senin (10/5/20210. 

Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.