ANALIS MARKET (07/4/2021) : Pergerakan IHSG Cenderung Mixed

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, diperdagangan kemarin (06/4), IHSG ditutup naik setengah persen (+0.54%) atau 32.48 poin ke level 6002.77 dan bertahan di zona psikologis 6000 diakhir sesi perdagangan. Saham-saham pada sector pertambangan (+2.22%) dan property (+1.02%) naik lebih dari sepersen menjadi pendorong penguatan IHSG hingga akhir sesi perdagangan. Berbaliknya saham-saham konstruksi setelah pada perdagangan sebelumnya terteken cukup dalam menjadi faktor utama. Saham-saham yang related dengan Indonesia Battery Corporation naik setelah Mentri BUMN memastikan kerjasama pengembangan proyek pabrik listrik aliasa EV battery dengan Tiongkok. Selain itu, laporan laba yang melonjak dibeberapaperusahaan tambang menjaditrigget positif.

Adapun dari bursa regional, mayoritas indeks saham Asia melemah. Indeks Nikkei (-1.30%), TOPIX (-1.47%) dan CSI300 (-0.41%) ditutup turun mengiringi turunnya indeks berjangka AS setelah alami penguatan kelevel tertinggi sepanjang masa. Kekhwatiran Tiongkok membatasi pertumbuhan pinjaman.

Di sisi lain, Bursa Eropa ditutup naik lebih pasca ditutup libur awal pekan. Indeks Eurostoxx (+0.62%), FTSE (+1.28%) dan DAX (+0.70%) naik seakan menghapus kerugian terkait pandemi. Saham-saham pertambangan, pembuat mobil dan bank menjadi pendorong penguatan di Eropa.

Selanjutnya investor akan menanti data cadangan devisa Indonesia yang diperkirakan naik, hasil pertemuan dana moneter internasional 2021 dan bank dunia dalam panel tentang ekonomi global dan Risalah pertemuan the Fed untuk bulan Maret.

Sementara itu, diperdagangan Rabu (07/4) pagi ini, Indeks Nikkei (+0.27%) dan TOPIX (+0.52%) dibuka naik pagi ini setelah IMF meningkatkan perkiraan pertumbuhan global untuk kedua kalinya dalam 3 bulan, melawan kekhawatiran tentang infeksi covid-19 di beberapa bagian dunia.

IMF memperkirakan ekonomi global tahun ini bisa tumbuh sekitar 6%, dari perkiraan sebelumnya sebesar 5.5%.

Di tempat lain, adanya volume perdagangan di bursa AS yang turun dibawah 10 miliar untuk pertama kalinya turut mempengaruhi pergerakan bursa AS, meskipun sinyal pemulihan ekonomi sudah terlihat dengan data lowongan pekerjaan AS naik ke level tetinggi dua tahun pada bulan Februari.

Dari komoditas, harga minyak WTI (-0.22%) turun pada pembukaan perdagangan hari ini sementara harga nikel menguat lebih dari 3%.

“Secara sentimen pergerakan IHSG cenderung mixed karena investor akan menanti data cadangan devisa Indonesia bulan Maret, dengan perkiraan konsensus surplus USD 139 miliar, sedikit lebih tinggi dari periode sebelumnya. Di sisi lain, penguatan harga komoditas seperti nikel dan CPO menjadi katalis positif pada perdagangan hari ini. Meski demikian, investor masih khawatir karena adanya peningkatan infeksi virus di beberapa negara, salah satunya India,” sebut analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Rabu (07/4/2021).