ANALIS MARKET (05/4/2021) : Pergerakan IHSG Berpeluang Menguat Terbatas

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, diperdagangan akhir pekan lalu (01/4), IHSG ditutup naik diakhir sesi perdagangan sebesar 25.93 poin (+0.43%) ke level 6011.46 setelah bergerak cenderung melemah diawal sesi perdagangan. Saham-saham disektor Pertanian (+3.48%) dan Perdagangan (+2.40%) naik signifikan. Optimisme investor kembali tumbuh setelah data PMI Manufaktur indeks di Indonesia naik cukup tinggi kelevel 53.2 dari 50.9 memberikan signal positif akan pemulihan ekonomi yang mulai terasa. Meskipun data inflasi menahan laju penguatan IHSG. Inflasi Indonesia melambat menjadi 1.37% secara tahunan dari 1.38%. Inflasi yang masih cukup rendah akan memberikan signal pelongaran kebijakan tambahan untuk Indonesia.

Dari bursa regional, mayoritas indeks saham Asia menutup perdagangan akhir pekan dengan menguat. Indeks Nikkei (+1.58%), TOPIX(+0.71%) dan CSI300 (+0.99%) naik optimis mengiringi ekuitas berjangka AS yang menguat setelah data menunjukan peningkatan pekerjaan terbesar dalam tujuh bulan terakhir. Hal tersebut memberikan dorongan optimis pemulihan ekonomi global.

Sedangkan Bursa Eropa menutup pekan (01/4) dengan menguat setelah bursa Asia mayoritas optimis lebih dari sepersen. Indeks Eurostoxx (+0.68%), FTSE (+0.35%) dan DAX (+0.66%) naik menjelang libur.

Adapun ekuitas berjangka AS menguat setelah data menunjukan naiknya jumlah pekerjaan terbesar dalam tujuh bulan berturut- turut. DJIA (+0.52%) dan S&P 500 (+1.18%) naik.

Dari harga komoditas harga Nikel (+2.03%) rebound diiringi harga komoditas energy minyak mentah (+3.62%) naik. Harga minyak mentah naik setelah OPEC+ memberikan indikasi perpanjang produksi.

Sementara itu, Indeks Nikkei (+0.87%) dan TOPIX (+0.29%) membuka perdagangan awal pekan (05/4) di zona hijau karena investor menimbang laporan pekerjaan AS yang kuat.

Selain itu, Investor masih mengamati kemajuan perdebatan atas proposal infrastruktur senilai $ 2,25 triliun dari Presiden AS Joe Biden, karena Partai Republik menyatakan dukungan yang dijaga ketat untuk rencana yang lebih terbatas.

Di tempat lain, tanggapan sejauh ini di pasar obligasi telah diredam, dengan kekhawatiran inflasi mereda, bahkan ketika bank sentral tetap berkomitmen untuk mempertahankan suku bunga lebih rendah untuk waktu yang lebih lama.

Dari komoditas, harga minyak WTI (-0.36%) terpantau turun setelah OPEC+ memutuskan untuk meningkatkan produksi dan Arab Saudi menaikkan harga untuk pengiriman ke Asia. Sementara itu, harga nikel terpantau naik lebih dari 2%.

“Secara sentiment, pergerakan IHSG hari ini berpeluang menguat terbatas di tengah minimnya sentiment positif. Investor masih akan memantau yield obligasi pemerintah AS, serta perkembangan proposal infrastruktur AS seilai US2 triliun. Dari dalam negeri, Pemerintah akan memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Nantinya akan ada tambahan 5 provinsi lain dalam PPKM mikro terbaru,” beber analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Senin (05/4/2021).