Indeks Kospi Anjlok 1,06 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, anjlok 33,95 poin, atau sekitar 1,06 persen, pada Rabu (28/4/2021), menjadi 3.181,47.

Volume perdagangan moderat mencapai 1,4 miliar saham senilai 18 triliun won atau sekitar US$16,2 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 699 berbanding 193.

Angka indeks anjlok dipicu aksi wait-and-see yang dilakukan para investor sebelum tuntasnya pertemuan Federal Reserve Amerika Serikat.

“Selain aksi wait-and-see para investor, pergerakan indeks Kospi juga terpengaruh kekhawatiran terjadinya volatilitas tinggi pada Mei setelah larangan short selling dicabut,” jelas Lee Won, analis Bookook Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing dan institusi masing-masing melepas saham senilai 608 miliar won dan 429 miliar won, sedangkan investor ritel meraup saham senilai 1,1 triliun won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing turun 0,97 persen dan 3,7 persen. Saham perusahaan internet Naver dan Kakao masing-masing merosot 1,71 persen dan 1,65 persen.

Saham perusahaan kimia LG Chem dan perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics masing-masing melorot 0,11 persen dan 1,98 persen. Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor naik 0,68 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 2,6 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.113 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,12 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 30,90 poin, atau sekitar 0,44 persen, menjadi 7.064,70. Di Asia Tengara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura dan Malaysia melemah, sedangkan Bursa Thailand, Vietnam, Indonesia, dan Filipina menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 14,46 poin, atau sekitar 0,42 persen, menjadi 3.457,07. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong meningkat 129,80 poin, atau sekitar 0,45 persen, menjadi 29.071,34.