Wall Street “Mixed”, Bursa Eropa Menguat

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street berakhir mixed pada Senin (8/3/2021) seiring melemahnya saham sektor teknologi.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, meningkat 306,14 poin, atau sekitar 0,97 persen, menjadi 31.802,44. Indeks S&P 500 turun 20,59 poin, atau sekitar 0,54 persen, menjadi 3.821,35. Indeks komposit Nasdaq terjun 310,99 poin, atau sekitar 2,41 persen, menjadi 12.609,16.

Ketiga angka indeks menguat di awal sesi perdagangan dipicu optimisme peluncuran paket stimulus AS dalam waktu dekat. Namun aksi jual saham teknologi yang dilakukan para investor membuat indeks S&P 500 dan komposit Nasdaq berakhir di teritori negatif.

Saham Apple dan Alphabet masing-masing terjun 4,17 persen dan 4,27 persen, Saham Tesla tergelincir 5,84 persen.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring menguatnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman April 2021 turun 1,2 persen menjadi US$1.678 per ons. Indeks dolar AS naik 0,3 persen menjadi 92,186.

Bursa saham Eropa diliputi sentimen positif pada Senin, dengan indeks STOXX 600 Eropa melambung 2,22 persen, seiring menguatnya saham sektor perbankan dan otomotif.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, melonjak 88,61 poin, atau sekitar 1,34 persen, menjadi 6.719,13. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melambung 460,22 poin, atau sekitar 3,31 persen, menjadi 14.380,91.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, menanjak 157,40 poin, atau sekitar 1,90 persen, menjadi 8.444,20. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, meningkat 120,34 poin, atau sekitar 2,08 persen, menjadi 5.902,99.

Nilai tukar pound sterling melemah 0,1 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3819 per pound. Terhadap euro, nilai tukar pound menguat 0,2 persen menjadi 1,1637 euro per pound.