ANALIS MARKET (01/3/2021) : Pergerakan IHSG Cenderung Menguat Terbatas

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, diperdagangan Jumat (26/2) lalu, IHSG ditutup melemah -0.76% atau turun 47.85 poin ke level 6241.79 terpengaruh aksi jual investor pada bursa saham Asia. Saham-saham disektor Aneka Industri (-2.46%) dan Property (-1.38%) menjadi penekan IHSG hingga akhir sesi perdagangan. Investor beralih kesaham defensive dimana terlihat UNVR (+3.3%) mengalami penguatan lebih dari tiga persen. Investor Domestik masih terlihat optimis pada prospek pemulihan ekonomi Indonesia terlihat meskipun aksi jual cukup mencekam di bursa dunia akibat volatilitas yield yang alami trend naik, IHSG hanya terkoreksi wajar dibawah sepersen.

Di sisi lain, mayoritas bursa saham Asia ditutup melemah dari Jepang, Tiongkok hingga Korea Selatan. Indeks Nikkei (-3.99%), TOPIX(-3.21%), HANGSENG (-3.64%), CSI300 (-2.43%) dan KOSPI (-2.80%) turun dalam lebih dari dua persen mengiringi pelemahan bursa Wallstreet di AS hari Kamis (25/2). Kepanikan investor terhadap volatilitas obligasi melonjak ke level tertinggi sejak April 2020 karena adanya lonjakan imbal hasil membuat investor sell of pada aset berisiko.

Sedangkan Bursa Eropa pada perdagangan Jumat (26/2), melemah dengan indeks acuan Eurostoxx (-1.33%), FTSE (-2.53%), DAX (-0.67%) dan CAC40 (-1.39%) turun lebih dari sepersen.

Sementara di AS, indeks acuan DJIA (-1.50%) dan S&P500 (-0.47%) turun. Investor yang semakin kwatir bahwa inflasi akan tumbuh lebih cepat dari ekspektasi akan memicu mundurnya stimulus lanjutan dari kebijakan moneter. Selanjutnya diawal bulan Maret 2021

Adapun untuk hari ini, Senin (01/3), investor akan menanti data indeks kinerja sektor manufaktur PMI dan tingkat inflasi sebagai indikator pemulihan ekonomi. Indeks kinerja sektor manufaktur PMI di Tiongkok terkontraksi menjadi 50.6 dari 51.3 dibulan Februari 2021.

Dari dalam negeri akan rilis data indeks manufakturing PMI, tingkat inflasi dan pertumbuhan pinjaman diawal pekan.

Sedangkan Bursa Jepang dibuka optimis pada perdagangan di awal bulan Maret (01/3) ini. Indeks Nikkei (1.64%) dan TOPIX (+1.28%) setelah Dewan Perwakilan Rakyat AS mengesahkan paket bantuan Covid-19 senilai $ 1,9 triliun dari Presiden Joe Biden. Sementara itu, pemulihan ekonomi China melambat pada bulan Februari karena pabrik tutup selama liburan Tahun Baru Imlek dan pembatasan virus mengurangi apa yang biasanya merupakan musim perjalanan yang sibuk. Dari komoditas, harga minyak WTI (+1.71%) rebound setelah di akhir pekan lalu

mengalami koreksi.

“Secara sentiment, pergerakan IHSG hari ini cenderung menguat terbatas ditengah penantian data inflasi. Data PMI Manufkatur Indonesia bulan Februari di level 50,9 turun dari periode sebelumnya di level 52.2 seiring dengan pemberlakuan PPKM di Indonesia. Di sisi lain, saham-saham produsen otomotif bisa mendapatkan sentimen positif didorong oleh pemberlakukan PPnBm 0% pada 1 Maret. Di sisi lain, saham-saham emiten property juga cukup menarik seiring dengan suku bunga rendah,” beber analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Senin (01/3/2021).