Indeks Kospi Terjun 2,80 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, terjun 86,74 poin, atau sekitar 2,80 persen, pada Jumat (26/2/2021), menjadi 3.012,95. Volume perdagangan mencapai 1,3 miliar saham senilai 21 triliun won atau sekitar US$18,7 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 729 berbanding 153.

Angka indeks anjlok mengikuti pergerakan saham di Wall Street yang dipicu melambungnya imbal hasil obligasi Amerika Serikat. “Melambungnya imbal hasil obligasi AS berlangsung lebih cepat dari perkiraan sehingga membuat bursa saham terpuruk,” jelas Huh Jae-Hwan, analis Eugene Investment & Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing dan institusi masing-masing melepas saham senilai 2,8 triliun won dan 1 triliun won, sedangkan investor ritel meraup saham senilai 3,8 triliun won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing terjun 3,28 persen dan 4,71 persen. Saham perusahan internet Naver anjlok 2,09 persen, saham Kakao sebaliknya meningkat 0,72 persen.

Saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics dan Celltrion masing-masing tergelincir 3,23 persen dan 3,41 persen. Saham perusahaan kimia LG Chem dan perusahaan otomotif Hyundai Motor masing-masing terjun 6,63 persen dan 3,27 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 15,7 won menjadi 1.123,5 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang terjun 3 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia anjlok 160,70 poin, atau sekitar 2,35 persen, menjadi 6.673,30. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Malaysia, dan Indonesia melemah, sedangkan Bursa Thailand, Vietnam, dan Filipina menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, anjlok 75,97 poin, atau sekitar 2,12 persen, menjadi 3.509,08. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong terjun 1.093,96 poin, atau sekitar 3,64 persen, menjadi 28.980,21.