Indeks Kospi Merosot 1,50 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, merosot 47,07 poin, atau sekitar 1,50 persen, pada Kamis (18/2/2021), menjadi 3.086,66. Volume perdagangan moderat mencapai 1,8 miliar saham senilai 17,9 triliun won atau sekitar US$16,1 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 615 berbanding 245.

Angka indeks merosot dipicu mencuatnya kekhawatiran inflasi setelah imbal hasil obligasi Amerika Serikat mengalami peningkatan tajam. “Meski kecepatan peningkatan imbal hasil obligasi AS melambat, namun kekhawatiran inflasi masih menghantui para investor,” jelas Huh Jae-Hwan, analis Eugene Investment & Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing dan institusi masing-masing melepas saham senilai 860 miliar won dan 613 miliar won, sedangkan investor ritel meraup saham senilai 1,5 triliun won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing merosot 1,32 persen dan 3,08 persen. Saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics dan Celltrion masing-masing turun 0,38 persen dan 2,18 persen.

Saham perusahaan internet Naver dan Kakao masing-masing merosot 1,02 persen dan 1,57 persen. Saham perusahaan kimia LG Chem anjlok 1,88 persen, sedangkan saham perusahaan manufaktur baterai lithium Samsung SDI tergelincir 1,99 persen.

Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor terjun 3,29 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 0,1 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.107,6 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,42 persen. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina melemah, sedangkan Bursa Vietnam dan Indonesia menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 20,27 poin, atau sekitar 0,55 persen, menjadi 3.675,36. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong merosot 489,67 poin, atau sekitar 1,58 persen, menjadi 30.595,27.